Penerbangan Internasional Citilink di Soetta Pindah ke Terminal 2F

Penerbangan Internasional Citilink di Soetta Pindah ke Terminal 2F
Penerbangan internasional Citilink Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta pindah ke Terminal 2F. (Sumber: Citilink)

Maskapai berbiaya hemat Citilink Indonesia akan memindahkan seluruh penerbangan rute internasionalnya ke Low Cost Carrier Terminal (LCCT) Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 14 Mei 2019. Selama ini Terminal LCCT tersebut lebih dikenal dengan sebutan terminal 2F. 

"Langkah perpindahan ini merupakan upaya Citilink Indonesia mendukung program pemerintah untuk mengintegrasikan penerbangan internasional maskapai berbiaya hemat (LCC) ke dalam satu terminal," ujar Plh. VP Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia, Ageng W. Leksono, pada akhir pekan lalu.

Menurut Ageng, Terminal LCCT 2F memiliki desain yang sesuai dengan kebutuhan penumpang maskapai berbiaya hemat. Terminal tersebut mengusung konsep digitalisasi, berupa fasilitas self check in dan self bagage drop yang selaras dengan visi Citilink Indonesia sebagai digital airline.

Ageng juga menegaskan, tidak akan ada perubahan Jadwal penerbangan Internasional Citilink Indonesia dengan adanya perpindahan terminal ini.

Baca juga: 1 Mei, Terminal 2F Soetta Jadi Low-Cost Carrier Terminal Pertama di Indonesia

Terhitung hingga saat ini, Citilink Indonesia memiliki dua rute penerbangan internasional dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yaitu Jakarta-Penang, Malaysia dan Jakarta-Kuala Lumpur, Malaysia.

Sebelumnya PT Angkasa Pura II (Persero) memutuskan untuk menjadikan terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta sebagai terminal khusus bagi maskapai penerbangan berbiaya murah (low-cost carrier). Adanya perpindahan ini diharapkan lebih memperluas konektivitas dan pangsa pasar, khususnya di segmen penerbangan berbiaya murah. 

Menurut catatan Angkasa Pura II,  penumpang LCC khusus rute internasional di Soekarno-Hatta mencapai sekitar 30% dari total penumpang rute internasional sebesar 15,5 juta orang di 2018. Pada periode 1 Januari-24 April 2019 tercatat 1,32 juta orang, naik hampir 2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu pergerakan pesawat pada 1 Januari-24 April 2019 mencapai 9.604 pergerakan atau naik 5,03% dibandingkan dengan 1 Januari-24 April 2018.

Baca juga: Kisruh Harga Tiket Pesawat yang Tak Kunjung Turun