Mulai 1 Mei, MRT Jakarta Beroperasi 19 Jam per Hari

Mulai 1 Mei, MRT Jakarta Beroperasi 19 Jam per Hari
Mulai 1 Mei 2019, PT MRT Jakarta beroperasi penuh. (Sumber: MRT Jakarta)

PT MRT Jakarta mulai beroperasi penuh selama 19 jam per hari mulai 1 Mei 2019. Dengan demikian, moda kereta cepat tersebut akan memulai operasinya pukul 05.00 WIB dan berakhir pada pukul 24.00 WIB. Adapun selang waktu keberangkatan antar-rangkaian kereta adalah setiap 5 menit pada waktu-waktu sibuk, dan setiap 10 menit di luar waktu sibuk.  

Menurut keterangan resmi perusahaan, 6 Mei 2019, PT MRT Jakarta telah menetapkan waktu sibuk pada 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB setiap hari Senin hingga Jumat. 

Pada waktu sibuk tersebut, menurut MRT Jakarta, juga diberlakukan peraturan kereta perempuan untuk kereta nomor satu setiap rangkaian. Perusahaan juga menggunakan 14 rangkaian kereta dengan 12 rangkaian beroperasi dari Stasiun Lebak Bulus, satu rangkaian dari Stasiun Blok M, dan satu rangkaian dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia.

Baca juga: Willy: Dari Rekonstruksi Aceh Jadi Nahkoda MRT

Sedangkan pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional, tidak berlaku peraturan jam sibuk. Akibatnya seluruh kereta akan beroperasi dengan selang waktu keberangkatan setiap 10 menit, dimulai pada pukul 05.00 hingga 24.00 WIB setiap hari. Perusahaan juga menggunakan 7 rangkaian kereta selama operasi dengan satu rangkaian sebagai cadangan. 

 

 

Berdasarkan data penumpang sejak operasi komersial dimulai pada 1 April 2019 lalu, masyarakat pengguna MRT Jakarta terus meningkat hingga menyentuh angka rata-rata 82.000 orang pengguna per hari. Jumlah ini melebihi target perusahaan yang menargetkan penumpang harian di 65.000 orang per hari. Hasil operasi tersebut juga menunjukkan angka 99,8 persen ketepatan waktu operasional kereta MRT Jakarta. 

Saat ini, selama bulan puasa, perusahaan juga membolehkan penumpang untuk makan dan minum hanya di saat buka puasa dan hanya untuk membatalkan puasa. Namun harap dicatat, penumpang tidak diperkenankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman setelahnya. Peraturan ini diikuti dengan ketentuan hanya boleh mengonsumsi air putih dan buah kurma serta tetap menjaga kebersihan kereta dan stasiun.

 

 

PT MRT Jakarta memberlakukan potongan tarif 50 persen sejak awal beroperasi. Kebijakan tersebut diperpanjang hingga tanggal 12 Mei 2019 untuk menambah lonjakan penumpang baru serta mempertahankan penumpang loyal.

Baca juga: Capai 78.000 Orang per Hari, Target Penumpang MRT Jakarta Terlampaui