Mulai 1 Juli, KAI Pasang Tarif Baru KA Galunggung dan Pangandaran

Mulai 1 Juli, KAI Pasang Tarif Baru KA Galunggung dan Pangandaran
Kedatangan kereta api di stasiun/Sumber: IG KAI

Mulai 1 Juli 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan tarif komersial untuk KA Galunggung dan KA Pangandaran.

"KAI menilai bahwa minat masyarakat di wilayah selatan Jawa Barat akan kehadiran KA Galunggung dan KA Pangandaran sudah semakin baik, terutama pada masa Angkutan Lebaran kemarin," ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Tarif KA Galunggung yang sebelumnya adalah Rp1.000 kini menjadi Rp35.000. Kemudian KA Pangandaran untuk rute Gambir - Banjar pp yang sebelumnya Rp150.000 untuk kelas Eksekutif menjadi Rp250.000 dan Rp110.000 untuk kelas Premium menjadi Rp160.000.

Lalu untuk KA Pangandaran rute Bandung - Banjar pp, yang sebelumnya Rp1.000 menjadi Rp100.000 untuk kelas Eksekutif dan Rp50.000 untuk kelas Premium. Sedangkan untuk rute Gambir - Bandung pp tetap mengikuti tarif KA Argo Parahyangan (Gambir - Bandung pp).

Baca juga: KAI Bersama Komunitas Sosialisasi Keselamatan di Pelintasan Sebidang

Untuk mempermudah calon penumpang dalam melakukan perjalanan, maka untuk keberangkatan mulai 1 Juli dan seterusnya, tiket KA Galunggung dan Pangandaran dapat dipesan di Aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh channel penjualan tiket KAI lainnya.

Sedangkan untuk pemesanan perjalanan kedua kereta tersebut sudah dapat dilakukan mulai Selasa, 18 Juni 2019. Hal ini tentunya ini lebih mudah serta praktis dibandingkan cara sebelumnya ketika calon penumpang kedua kereta itu harus mengantre di Loket Go Show stasiun keberangkatan dan tidak mendapatkan kepastian mendapatkan tiket KA yang diinginkan karena terbatasnya kapasitas KA.

Edi menambahkan bahwa setelah 6 bulan diberlakukannya masa promo, kebutuhan masyarakat akan kereta api di wilayah tersebut sudah meningkat sehingga dirasa tepat untuk menerapkan tarif nonpromosi.

"Karena memang pada dasarnya tarif promo itu bertujuan untuk mempromosikan dan memperkenalkan layanan KA Galunggung dan Pangandaran kepada masyarakat. Dengan okupansinya yang baik, kami menilai masyarakat sudah mengenal layanan kedua KA tersebut," tambahnya.

Sejak diluncurkan pada 26 Desember 2018 dan 2 Januari 2019, Kereta Api (KA) Galunggung (Kiaracondong - Tasikmalaya pp) dan KA Pangandaran (Gambir - Bandung - Banjar pp) terus mendapatkan tarif promo yang bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat di wilayah Tasikmalaya, Banjar, dan sekitarnya untuk menggunakan moda transportasi kereta api.

Tercatat, hingga peluncuran 13 Juni 2019, rata-rata okupansi per bulan KA Galunggung mencapai 58% sedangkan KA Pangandaran mencapai 131%. Adapun kapasitas dari KA Galunggung setiap perjalanannya mencapai 636 tempat duduk dan KA Pangandaran mencapai 520 tempat duduk.

KAI berharap kehadiran KA ini selain dapat meningkatkan pariwisata di wilayah Jawa Barat bagian selatan, juga dapat memberikan kemudahan transportasi masyarakat yang akan menuju Bandung dan Jakarta dari wilayah Tasikmalaya, Banjar, dan Sekitarnya.

Baca juga: KAI Tambah Frekuensi Perjalanan KA Ciremai