MRT Jakarta Teken Nota Kesepahaman dengan WWF Indonesia

MRT Jakarta Teken Nota Kesepahaman dengan WWF Indonesia
MRT Jakarta Teken Nota Kesepahaman dengan WWF Indonesia/Sumber: MRT Jakarta

Guna mendorong masyarakat untuk bergaya hidup “hijau”, PT MRT Jakarta dan Yayasan WWF Indonesia menyepakati kerja sama terkait “Kegiatan Pelestarian Lingkungan Hidup untuk Mendorong Masyarakat Luas Bergaya Hidup Hijau dalam Kehidupan Sehari-hari”.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, Willam Sabandar, dan CEO Yayasan WWF Indonesia, Rizal Malik di Stasiun Lebak Bulus Grab, Jakarta Selatan, Jumat 20 September 2019.

Baca juga: MRT Jakarta Bangun Skybridge Penghubung Stasiun ASEAN-Halte CSW Transjakarta

Menurut William Sabandar, kemacetan adalah penyumbang terbesar emisi di setiap kota besar. Untuk itu, Ia mengapresiasi langkah kerja sama ini.

“Kita harus dorong peralihan masyarakat dari pengguna transportasi pribadi menjadi pengguna transportasi publik dengan menyediakan sistem transportasi publik yang baik. Aksinya harus terwujud dalam bentuk berkurangnya jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi pribadi,” ujar William dalam keterangan resmi, Sabtu 21 September 2019.

William Sabandar melanjutkan, dengan pengalaman WWF Indonesia, MRT Jakarta bisa bekerja sama dan menjadi mitra strategis dalam kampanye ini.

Menyikapi hal ini, Rizal Malik pun mengapresiasi kerja sama ini. Masyarakat di Megapolitan Jakarta-Banten-Jawa Barat kini memiliki berbagai opsi moda transportasi untuk menunjang mobilitas keseharian yang tinggi.

“Signifikansi kerja sama WWF-Indonesia dengan PT MRT Jakarta adalah warga mendapatkan informasi dan edukasi mengenai gaya hidup ramah lingkungan. Salah satunya adalah inspirasi untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan motivasi untuk beralih menggunakan transportasi publik massal seperti MRT,” tuturnya.

Rizal Malik menegaskan, Praktik ini dapat ikut menurunkan tingkat polusi udara dan menekan jejak ekologis berupa emisi karbon yang bisa memperparah perubahan iklim. Ketika warga mulai lebih sadar kelestarian lingkungan hidup, secara tak sadar mereka juga menyelamatkan keanekaragamanan hayati.

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi melakukan kegiatan dan program pendidikan bersama untuk pelestarian lingkungan dan mendorong masyarakat kota agar berperilaku ramah lingkungan melalui edukasi, kampanye, publikasi, dan promosi, serta kajian-kajian atas dampak positif perubahan gaya hidup hijau khususnya pada pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Dengan kampanye bersama ini, diharapkan masyarakat dapat makin terdorong untuk berpindah dari pengguna transportasi pribadi dalam mobilitas sehari-hari menjadi pengguna transportasi publik. Rencananya, kerja sama ini akan berlangsung hingga tiga tahun (2019-2022).

Baca juga: PT MRT Jakarta Raih Penghargaan “Special Recognition for Public Facility”