MRT Jakarta Siapkan Sistem Pindai QR Code untuk Penumpang

MRT Jakarta Siapkan Sistem Pindai QR Code untuk Penumpang
MRT Jakarta Siapkan Sistem Pindai QR Code untuk Penumpang/Sumber: MRT Jakarta

Tingginya minat masyarakat dalam menggunakan kereta MRT, membuat PT MRT Jakarta sebagai operator sistem transportasi massal perkotaan berbasis rel di Jakarta harus menyiapkan sistem pemindaian tiket menggunakan QR Code di gerbang penumpang (passenger gate).

Dalam keterangan resmi perusahaan, Rabu 2 Oktober 2019, dijelaskan, Inovasi dalam pelayanan ini merupakan bentuk penyesuaian perusahaan terhadap tren masyarakat dalam hal penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran dalam sektor transportasi.

Saat ini, enam bulan sejak resmi beroperasi, untuk naik ratangga, penumpang dapat menggunakan tiket satu kali perjalanan (single trip ticket) atau kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank mitra.

Baca juga: PT MRT Jakarta Sepakati Nota Kesepahaman Pengembangan SDM

Nantinya, masyarakat dapat membeli tiket elektronik melalui aplikasi seluler yang sedang dikembangkan oleh perusahaan dan membayar tarif perjalanan menggunakan sistem QR Code yang akan disiapkan oleh mitra perusahaan.

Untuk membeli tiket perjalanan, penumpang hanya perlu memastikan telah mengunduh aplikasi seluler MRT Jakarta, melakukan registrasi atau log in ke dalam aplikasi tersebut, membeli tiket dengan mencantumkan stasiun keberangkatan dan tujuan, serta membayar dengan uang elektronik melalui sistem pembayaran mitra MRT Jakarta yang saat ini sedang dalam proses penentuan.

Kemudian, penumpang tinggal memindai tiket elektronik tersebut di fitur pemindai QR Code di gerbang penumpang yang telah dilengkapi fitur tambahan pemindai sehingga tidak perlu antre untuk membeli tiket sekali perjalanan (single trip ticket) atau di gerbang penumpang tanpa fitur pemindai QR Code.

Rencananya, di akhir 2019, fitur QR Code ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Selain menyiapkan tiket elektronik ini, PT MRT Jakarta juga menargetkan untuk penggunakaan kartu multi trip (multi trip ticket) agar dapat digunakan pada akhir November 2019 mendatang.

Sejak beroperasi secara resmi terbuka untuk publik pada 24 Maret 2019 lalu, per 25 September 2019, tercatat sekitar 14.780.408 orang telah menggunakan layanan MRT Jakarta. Angka tersebut menunjukkan jumlah rata-rata penumpang harian mencapai lebih dari 82 ribu orang per hari. Jumlah tersebut melebihi target sebelumnya yang berada di angka 65 ribu orang per hari.

Data perbandingan antara bulan Agustus 2019 dan September 2019 (masing-masing per tanggal 1-25) menunjukkan adanya kenaikan jumlah penumpang sebesar 12 persen. Sebanyak 5.085 perjalanan berhasil dilaksanakan pada September 2019 lalu. Tingginya angka penggunaan MRT Jakarta menunjukkan perubahan masyarakat yang mulai menggunakan transportasi publik dalam mobilitas sehari-harinya.

Baca juga: Tahun 2021, Jakarta - Bandung Hanya 46 Menit dengan Kereta Cepat