MRT Jakarta Mulai Program #JalanJakarta

MRT Jakarta Mulai Program #JalanJakarta
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar dalam pertemuan bulanan “Forum Jurnalis MRT Jakarta”/Sumber: MRT Jakarta

PT MRT Jakarta memulai program #JalanJakarta sebagai inisiasi dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia untuk meningkatkan dan memperbaiki aksesibilitas masyarakat dalam menjangkau stasiun-stasiun MRT Jakarta.

Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar menegaskan, program ini dimulai pada Minggu, 25 Agustus 2019 di Jalan Teladan, Cipete Raya.

“Kita akan meningkatkan akses bagi pejalan kaki dan pesepeda menuju stasiun MRT Jakarta. Integrasi bukan hanya dengan angkutan umum tapi juga dengan pejalan kaki dan pesepeda,” ujar William Sabandar dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Baca juga: MRT Jakarta dan Intiland Development Teken Pengembangan Transportasi Publik di kawasan South Quarter

Konsep perbaikan ini, lanjut William, dilaksanakan dalam tiga tahap. Jangka pendek, yaitu Agustus hingga November 2019, akan dilakukan pengecatan jalan sebagai penerapan konsep shared street di jalan lingkungan. Pengecatan jalan untuk penanda tempat parkir dan zona aman sekolah.

“Sedangkan jangka menengah pada Desember 2019 hingga Januari 2020, akan dilakukan pemasangan signage dan wayfinding menuju stasiun MRT Jakarta terdekat dalam bentuk marka jalan; penambahan jalur sepeda, dan pembenahan peneduh jalan,” imbuh ia.

William Sabandar menambahkan, dalam jangka panjang, Februari 2020-Mei 2020, akan dilakukan pembenahan trotoar dan peneduh jalan.

Selain program #JalanJakarta, William juga menunjukkan upaya yang dilakukan untuk menertibkan kawasan Lebak Bulus.

“Setelah kawasan transit oriented development pertama di Dukuh Atas, berikutnya adalah Lebak Bulus. Kita perlu mengelola pergerakan transit di kawasan ini,” ungkapnya.

William menyampaikan bahwa saat ini telah dibangun area transit plaza, yang terletak di depan Point Square, sebagai area menaikkan dan menurunkan penumpang kendaraan pribadi dan daring.

“Kita juga menyiapkan area jalan kaki yang menghubungkan area transit plaza dan Stasiun Lebak Bulus Grab yang dilengkapi dengan kanopi peneduh demi kenyamanan pengguna,” katanya.

Sedangkan terkait dampak perluasan ganjil genap, William akan menggencarkan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan transportasi publik, termasuk MRT Jakarta.

“Kita juga sudah ada infrastruktur park and ride di South Quarter yang mampu menampung 170 unit mobil dan 560 unit motor. Selanjutnya sedang dalam proses adalah di gedung Tripatra. Selain itu, kita juga mendorong berfungsinya area shelter ojek daring,” pungkasnya.

Baca juga: Mengenal Teknologi Perkeretaapian Perkotaan Terbaru ala MRT Jakarta