MRT Jakarta Kebut Pembangunan Fase II, Apa bedanya dengan Fase I?

MRT Jakarta Kebut Pembangunan Fase II, Apa bedanya dengan Fase I?
Ilustrasi MRT Jakarta (Sumber: IG @mrtjkt)

Setelah MRT Jakarta tahap I sukses beroperasi, PT MRT Jakarta melanjutkan pengerjaan proyek MRT Fase II. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1728 Tahun 2018, MRT Fase II akan dibangun dengan rute Bundaran HI – Kota.

Total panjang jalur ini mencapai 5,8 kilometer dengan tujuh stasiun yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan terakhir Stasiun Kota. Jarak antar stasiun bervariasi mulai dari 0,6 km hingga 1 km. Kedalaman stasiun bawah tanah pun berbeda-beda, mulai dari 17 meter hingga 36 meter.

Ada yang berbeda dengan pembangunan jalur MRT fase II ini dibanding fase sebelumnya. Jalur yang melewati Sawah Besar dan Mangga Besar akan dibuat bertingkat. Hal ini disebabkan oleh sempitnya lahan di kawasan Jalan Gajah Mada – Hayam Wuruk. Dengan adanya jalur tingkat tersebut, maka dua stasiun di kawasan tersebut akan dibangun 4 lantai.

Untuk sistem persinyalan, teknologinya masih sama dengan fase I yakni Kendali Kereta Berbasis Komunikasi (Communication-based Train Control/CBTC). Teknologi ini memanfaatkan sistem operasi kereta otomatis tingkat dua (automatic train operation grade 2).

Sistem tersebut memungkinkan Pusat Kendali Operasi (operation control center) mengatur jarak antar-rangkaian kereta ketika sedang beroperasi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan aspek keamanan dan keandalan bagi penumpang MRT Jakarta.

Hingga akhir September lalu, pembangunan Diaphragm Wall (D-Wall) sebagai bagian dari pembangunan Gardu Induk (resipient substation) Monas telah selesai. MRT Jakarta terus mengebut pengerjaan hingga di tahun 2024 nanti, pengerjaan ditargetkan selesai dan operasional mulai pada kuartal satu tahun 2025.

Rencananya, selang waktu keberangkatan Ratangga adalah 5 menit sekali pada jam sibuk dan 10 menit sekali di luar jam sibuk. Kereta akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 24.00. Setelah MRT Fase II selesai, Stasiun Lebak Bulus Grab ke Stasiun Kota bisa ditempuh dalam waktu 45 menit saja. Sejauh ini, di fase II, akan ada penambahan enam rangkaian kereta.

Dan untuk mendukung transportasi umum warga Jakarta, nantinya infrastruktur seperti trotoar dan jalur sepeda akan ditingkatkan. Di sekitar stasiun juga akan dibangun bike rack (rak sepeda). Tentunya tak ketinggalan disediakan titik drop off/on untuk non-BRT, mobil yang membawa penumpang prioritas, dan logistik.

Ke depannya, MRT Jakarta menargetkan jalur MRT bisa mencapai 230 kilometer di tahun 2030. Hal ini diharapkan mampu mewujudkan mobilisasi yang aman dan nyaman bagi 10 juta penduduk yang tinggal di kota metropolitan ini.

Baca juga: MRT Jakarta Ajak Masyarakat Jadi Pengguna Transportasi Publik