MRT Jakarta Gandeng Kemendikbud Majukan Kebudayaan Indonesia

MRT Jakarta Gandeng Kemendikbud Majukan Kebudayaan Indonesia
MRT Jakarta Gandeng Kemendikbud Majukan Kebudayaan Indonesia/Sumber: MRT Jakarta

PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait “Pemanfaatan Ruang Media Stasiun MRT Jakarta Sebagai Media Publikasi dan Penyebarluasan Informasi Kebudayaan dalam Upaya Memajukan Kebudayaan” di Stasiun Senayan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar, dan Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid.

Baca juga: MRT Jakarta Bangun Skybridge Penghubung Stasiun ASEAN-Halte CSW Transjakarta

“Kerja sama ini bertujuan untuk memanfaatkan ruang media yang ada di stasiun MRT Jakarta sebagai media publikasi dan penyebarluasan informasi kebudayaan dalam upaya memajukan kebudayaan,” ujar William Sabandar dalam keterangan resmi, Minggu, 23 September 2019.

William Sabandar menegaskan, penyebarluasan informasi tentang kebudayaan bangsa Indonesia kepada masyarakat luas agar ada peningkatan kesadaran, rasa memiliki, dan keterlibatan masyarakat terhadap pengembangan kebudayaan.

“Selain itu, PT MRT Jakarta dan Kemendikbud RI akan mulai menempatkan QR Code di dua stasiun MRT Jakarta, yaitu Stasiun Senayan dan Stasiun Bundaran HI. QR Code tersebut mengandung konten toponim serta sejarah stasiun dan sekitarnya. Ketika masyarakat memindai QR Code tersebut, akan muncul informasi seperti sejarah Patung Pemuda atau sejarah kawasan Senayan,” ungkap William.

Menyikapi hal ini, Hilmar Farid menyampaikan apresiasinya. Menurut Farid, bersama-sama dengan MRT Jakarta, pihaknya akan masuk ke dalam satu kerja sama dalam hal membantu bagaimana agar stasiun berasa Indonesia-nya.

“Melalui kegiatan tampilan visual, kami berharap semakin banyak pelaku budaya bisa dilibatkan. Saat ini, akan ada QR Code berisi sejarah wilayah dalam bentuk visual dan cerita yang bisa dipindai oleh masyarakat. Sembari menunggu kereta bisa membaca informasi dan mendapatkan pengetahuan baru,” lanjutnya.

Lebih lanjut, William menambahkan, MRT Jakarta punya sarana promosi di area stasiun yang bisa dilewati publik sehingga bisa langsung diakses.

“Kami ingin wajah Indonesia bisa terlihat dan terpapar langsung ke pengguna MRT Jakarta, baik pengguna rutin maupun hanya sekadar berkunjung. Mari kita wujudkan MRT Jakarta sebagai sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Kerja sama di bidang kebudayan ini diharapkan akan semakin memperkuat kehadiran MRT Jakarta sebagai terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti ruang lebur dan salah satu sumber informasi dan pengetahuan serta wawasan bagi masyarakat, sehingga kualitas hidup masyarakat semakin baik.

Baca juga: MRT Jakarta Teken Nota Kesepahaman dengan WWF Indonesia