MRT Jakarta Bangun Skybridge Penghubung Stasiun ASEAN-Halte CSW Transjakarta

MRT Jakarta Bangun Skybridge Penghubung Stasiun ASEAN-Halte CSW Transjakarta
Grand design integrasi antara Stasiun ASEAN dengan Halte Transjakarta CSW koridor 13/Sumber: MRT Jakarta

Sebagai bagian dari rencana besar (grand design) integrasi antara Stasiun ASEAN dengan Halte Transjakarta CSW koridor 13, PT MRT Jakarta membangun jembatan layang (skybridge) yang akan menghubungkan pintu masuk (entrance) stasiun dan jembatan layang melingkar yang akan dibangun oleh PT Transportasi Jakarta.

“Pembangunan jembatan layang tersebut adalah bagian dari rencana besar (grand design) integrasi antara Stasiun ASEAN dengan Halte Transjakarta CSW yang melayani koridor 13. Rencananya, jembatan layang tersebut mulai dibangun di minggu kedua September 2019 dan target penyelesaian pada kuartal pertama 2020,” jelas Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim dalam keterangan resmi, Senin 16 September 2019.

Baca juga: MRT Jakarta Mulai Program #JalanJakarta

Menurut Silvia Halim, nantinya skybridge tersebut akan dilengkapi dengan tangga, eskalator, dan elevator. Desainnya pun sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait pembangun desain besar Simpang CSW.

“Ke depannya, pengguna MRT Jakarta maupun Transjakarta, dapat mengakses kedua moda tersebut dari jembatan layang ini,” tambahnya.

Jembatan layang tersebut akan berada di sisi barat Stasiun ASEAN. Saat ini, kedua tempat singgah tersebut tidak terhubung satu sama lain sehingga pengguna MRT Jakarta dan BRT Transjakarta tidak bisa berpindah moda.

Pada Februari 2019 lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta mengadakan sayembara desain prasarana integrasi Halte Transjakarta CSW dan Stasiun ASEAN untuk mewujudkan aksesibilitas dua prasarana tersebut. Pada April 2019 telah diumumkan pemenang desain besar simpang CSW tersebut.

Jembatan layang ini rencananya akan memiliki panjang 144 meter dan lebar 4,5 meter. Dilengkapi railing pada koridor dan atap dengan konsep mengoptimalkan aliran udara secara alami. Jembatan layang ini juga akan dilengkapi dengan akses tangga, elevator (lift), dan eskalator. Tinggi dari permukaan jalan sekitar tujuh meter.

Saat ini, terdapat dua stasiun dan halte yang telah terintegrasi langsung secara fisik, yaitu Stasiun dan Halte Bundaran Hotel Indonesia serta Stasiun dan Halte Lebak Bulus. Diharapkan dengan semakin baiknya integrasi dan aksesibilitas, masyarakat semakin tertarik untuk berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi sehari-hari menjadi pengguna transportasi publik dalam kegiatan sehari-harinya.

Baca juga: PT MRT Jakarta Sepakati Nota Kesepahaman Pengembangan SDM