MRT Catat Penurunan Jumlah Penumpang

MRT Catat Penurunan Jumlah Penumpang
MRT Catat Penurunan Jumlah Penumpang/Sumber: MRT Jakarta

Pasca Pemerintah mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan bekerja dari rumah (work from home), PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat penurunan jumlah penumpang di transportasi publik, MRT Jakarta.

Tercatat jumlah penumpang dari Senin (23-3-2020) hingga Kamis (26-3-2020) lalu, terjadi penurunan dari 13 ribu orang, 10 ribu orang, 2 ribu orang (hari libur nasional), menjadi 9 ribu orang per hari. Pantauan pada Jumat (27-3-2020) lalu, di kereta dengan keberangkatan pukul 10.40 WIB dari Stasiun Lebak Bulus Grab, hanya diisi oleh sekitar sepuluh orang penumpang. Stasiun pun terlihat sangat lengang tanpa aktivitas penumpang maupun gerai makan dan minuman.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar menyampaikan penurunan ini mencapai 90 persen. William juga terus berupaya memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran virus korona COVID-19 di lingkungan MRT Jakarta.

 “Kami akan terus memantau dan melakukan evaluasi kebijakan terkait operasional MRT Jakarta selama masa tanggap darurat pandemik ini. Apabila jumlah penumpang semakin mengalami penurunan, mulai Senin 30 Maret 2020, kita akan menerapkan pola operasi kereta dengan headway 20 menit sepanjang waktu operasi,” jelas William Sabandar dalam keterangan resmi, Sabtu 28 Maret 2020.

Menurut William Sabandar, sepanjang waktu operasi berarti tidak ada perbedaan selang waktu keberangkatan kereta di waktu sibuk (07.00—09.00 dan 17.00—19.00) dan di luar itu.

PT MRT Jakarta terus menggalakkan kampanye pencegahan penularan virus korona di stasiun dan kereta, termasuk kanal komunikasi perusahaan. Berbagai macam imbauan melalui poster dan media elektronik dipasang di stasiun dan kereta. Kursi kereta dan di stasiun telah diberi tanda jaga jarak antar-penumpang.

Perusahaan juga meluncurkan microsite jakartamrt.co.id/jakartapastibisa yang berisi informasi upaya pencegahan penularan virus korona secara mandiri oleh masyarakat.

Tidak hanya itu, kerja sama dengan berbagai institusi juga dilakukan seperti menyediakan area bilik disinfeksi di Stasiun Blok M BCA dan wastafel di beberapa titik di stasiun MRT Jakarta yang dapat dipakai oleh masyarakat. Di bilik disinfeksi, masyarakat yang lalu lalang secara sukarela masuk ke bilik, memencet tombol penyembur sebelum keluar dan melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Catatan Positif MRT Jakarta Selama Setahun Beroperasi