Meski Terkenal Suka Telat, OTP Lion Air 'Mantul' di Level 85,80%

Meski Terkenal Suka Telat, OTP Lion Air 'Mantul' di Level 85,80%
Dikenal suka telat, On Time Performance (OTP) Lion Air 85,80% di Semester I 2019/Sumber: Lion Air

Kalau Anda iseng googling dengan keyword "Lion Air telat", Anda akan banyak menemukan tautan berita yang isinya soal keluhan penumpang pesawat Lion Air. Sebagian besar keluhan penumpang adalah soal seringnya maskapai penerbangan yang telah beroperasi selama 19 tahun ini mengalami delay. Itu sudah menjadi rahasia umum.

Fakta itu tak ditampik manajemen maskapai penerbangan berlogo singa ini. Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi pernah mengatakan ada dua penyebab seringnya Lion Air delay, yakni karena sebab internal dan eksternal.

Sebab internal a.l karena kondisi pesawat dan kru pesawat. Sedangkan kondisi eksternal, sama seperti yang dialami maskpai lain adalah karena kendala cuaca, lalu-lintas udara, kondisi station dan bahkan kendala yang ada di bandara. "Kami concern pada faktor internal, yakni kondisi pesawat dan kru. Kami mencoba terus mencari alternatif perbaikan layanan," katanya.

Selain itu, pihak Lion Air juga menyatakan akan menambah kapasitas kru, dari yang dibatasi minimum oleh pihak Kemenhub dengan perbandingan satu pesawat berbanding 3,5 set kru (1:3,5), menjadi satu pesawat berbanding 5 set kru (1:5). "Dengan frekuensi penerbangan yang sudah sangat padat, kami akan naikkan indeksnya menjadi 1:5. Sehingga kebutuhan awak pesawat dapat membantu operasional pesawat lancar," ujarnya.

Baca juga: Lion Air Catatkan Ketepatan Waktu 83,99% Selama Musim Lebaran 2019

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan ini tampaknya serius dilakoni Lion Air dalam beberapa tahun ke belakang, meski stigma maskapai paling sering telat tetap saja disematkan pada Lion Air.

Dan hasilnya baru terlihat di 2019. Kinerja tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) Lion Air di semester I 2019 (Januari-Juni) dari total 2.562 penerbangan atau rata-rata 427 per hari tercatat mantap betul alias 'mantul', yakni berada di level 85,80%. Capaian ini tentu menjadi prestasi tersendiri bagi maskapai yang sering diprotes customer gara-gara sering delay. Perolehan OTP Lion Air ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar 77,4% dan di 2017 tercatat 72,90%.

Pihak Lion Air yang diwakili Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan data OTP 85,80% adalah penghitungan konkrit sesuai laporan Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group secara tepat waktu dan real time menurut OTP keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival) berdasarkan kurang dari 15 menit dari jadwal yang ditentukan.

Selama 19 tahun beroperasi [30 Juni 2000 - 30 Juni 2019] dengan kode penerbangan JT, Lion Air telah menerbangkan sekitar 600 juta penumpang. Penerbangan pertama tercatat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (PNK). Saat ini jaringan Lion Air melayani 42 kota tujuan domestik dan 25 kota tujuan internasional meliputi Singapura, Malaysia, China dan Saudi Arabia.

Memang, raihan Lion Air dalam hal OTP masih jauh dibandingkan maskapai Garuda Indonesia yang belum lama ini memperoleh rating "5-Star On Time Performance Rating" dari OAG Flightview yang merupakan lembaga pemeringkatan On Time Performance (OTP) independen berkedudukan di Inggris.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh OAG Flightview, Garuda Indonesia berhasil meraih capaian OTP tahunan tertinggi di dunia yakni sebesar 91,6% untuk periode Juni 2018-Mei 2019, dan menjadi satu-satunya airline asal Asia Tenggara yang capaian OTP tahunannya di atas 90%.

Tapi bukan berarti maskapai seperti Lion Air dan maskapai lain di Indonesia tak bisa menyamai apa yang diperoleh Garuda Indonesia di tingkat global. Selama manajemen mengedepankan pelayanan terbaik bagi calon penumpang, setiap maskapai punya peluang yang sama untuk menjadi maskapai terbaik dalam hal services

Baca juga: Lion Air Berikan Diskon 50% untuk Penerbangan Domestik