Menteri BUMN Harap Bandara Jenderal Besar Soedirman Beroperasi 2020

Menteri BUMN Harap Bandara Jenderal Besar Soedirman Beroperasi 2020
Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan Bandara Jenderal Besar Soedirman dapat beroperasi di tahun 2020. (Sumber: Angkasa Pura II)

Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah, dapat mulai beroperasi pada 2020. Saat ini sejumlah persiapan pembangunan tengah dilakukan oleh PT Angkasa Pura II (Persero).

"Targetnya puasa tahun depan atau sekitar bulai mei 2020 sudah bisa testing runway, pas waktunya mudik lebaran pesawat komersial sudah beroperasi," ujar Rini, seperti dikutip dari website PT Angkasa Pura II (Persero) baru-baru ini.

Menurut Rini, adanya bandara tersebut akan memperlancar konektivitas antardaerah. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Kebumen, Banjarnegara dan Wonosobo,.akan segera meningkat.

Proyek bandara tersebut berlokasi di kawasan Pangkalan TNI AU Jenderal Besar Soedirman. Pada April 2019, AP II dan TNI AU menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sehingga pembangunan infrastruktur sudah dapat dimulai.

AP II dan TNI AU juga telah menyepakati Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), yakni DLKr I seluas 4,42 hektare guna diusahakan sebagai bandara meliputi terminal kargo, terminal penumpang, bangunan operasional, perkantoran dan fasilitas sisi darat lainnya. 

Lalu, DLKr II seluas 43,5 hektare guna penggunaan bersama penerbangan sipil dan militer, meliputi runway, stopway, taxiway, Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran, fasilitas bersama, dan pagar pengamanan bandara. 

AP II saat ini tengah melakukan persiapan pembangunan infrastruktur, dimulai dari pembersihan lahan, mendirikan pagar bandara, dan membangun gedung Project Implementation Unit (PIU). 

Baca juga: Penerbangan Internasional Citilink di Soetta Pindah ke Terminal 2F

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan setelah persiapan usai dilakukan, pekerjaan selanjutnya adalah membangun terminal penumpang dan runway

Pembangunan terminal penumpang Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan dalam 3 tahap. 

Adapun Tahap I dibangun terminal penumpang berkapasitas 98.812 penumpang per tahun. Lalu pembangungan Tahap II membuat terminal memiliki kapasitas 440.440 penumpang. Kemudian Tahap III menjadikan terminal tersebut berkapasitas 597.645 penumpang. 

“Pada tahap awal, investasi yang disiapkan 500 miliar rupiah untuk membangun terminal penumpang dan runway. Kami optimistis jumlah penumpang terus tumbuh setiap tahunnya hingga bisa menembus sekitar 600.000 penumpang per tahun, seiring juga dengan bergeliatnya perekonomian dan pariwisata karena terbukanya konektivitas udara di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan ini," papar Muhammad Awaluddin,

Ditambahkannya bahwa pada Tahap I, bandara akan melayani penerbangan dengan pesawat ATR 72-600 dan sejenis. Namun setelah dilakukan pengembangan Tahap III bandara ini bisa melayani take off dan landing dari pesawat sekelas Boeing 737 dan Airbus A320. 

"Kami perkirakan pergerakan pesawat bisa mencapai sekitar 7.500 per tahun,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Baca juga: Kisruh Harga Tiket Pesawat yang Tak Kunjung Turun