Menristek Puji Kualitas Kereta Garapan PT INKA

Menristek Puji Kualitas Kereta Garapan PT INKA
Menristek Puji Kualitas Kereta Garapan PT INKA/Sumber: PT INKA

Dalam rangka memastikan kesiapan pengoperasian Light Rapid Transit (LRT), Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro melakukan uji coba LRT dari stasiun Harjamukti, Cibubur hingga stasiun Ciracas, Kamis, 28 November 2019. Dalam kesempatan itu, Menristek puji kualitas kereta garapan PT INKA.

"Kebetulan dalam posisi saya sebagai Menristek yang membawahi BPPT dan LIPI, proses pembuatan gerbong dan pengoperasian gerbong yang dibuat oleh PT INKA, pengoperasian kereta berlangsung dengan sangat baik. Artinya kualitas dari gerbongnya, kualitas dari perjalanannya, operasionalnya juga sangat mulus, hampir tidak ada kebisingan," jelas Bambang Brodjonegoro dalam keterangan resmi di hari yang sama.

 Menurut Bambang, hal ini menunjukkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia sudah bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi di masa mendatang. Sebab, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, dicanangkan enam kota besar yang bakal memiliki sistem transportasi massal berbasis rel atau kereta api.

"Jadi artinya kebutuhan akan kereta api, gerbongnya, lokomotifnya, maupun persinyalan termasuk infrastruktur relnya ini akan sangat besar. Nah di situlah kita perlu memastikan bahwa ketika ada kegiatan besar terkait kereta api, kita upayakan lokal kontennya, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)-nya makin besar, terutama dengan penguasaan teknologi oleh putra putri bangsa kita sendiri," ungkapnya.

Adapun TKDN kereta LRT Jabodebek saat ini masih 42 persen. Hal tersebut karena komponen kereta seperti sistem propulsi, TCMS, dan sistem pengereman masih impor. Bambang menuturkan ke depan PT Inka masih butuh banyak penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan penguasaan teknologi kereta sehingga bisa memproduksi dalam negeri.

"Penelitian dan pengembangan dapat dilakukan melalui instansi lain dengan dukungan dana Kemenristek/BRIN yang berfokus pada peningkatan TKDN," tambahnya.

Di samping itu, beberapa industri lokal mempunyai potensi mendukung industri perkeretaapian Indonesia seperti Krakatau Steel, diharapkan dapat menyuplai material stainless steel, PT Inalum sebagai material carbody. Begitu juga dari sistem propulsi, PT Pindad dapat menyediakan generator dan motor traksi.

"Ke depan, desain maskara untuk kereta cepat dapat dikerjakan bersama PT Dirgantara," pungkasnya.

Baca juga: PT INKA Kirim 22 Gerbong Kereta Stasiun Bangladesh