Mengulik Sejarah Panjang Asuransi Jiwasraya

Mengulik Sejarah Panjang Asuransi Jiwasraya
Photo: Istimewa

Jiwasraya terlahir dari jejak sejarah yang sangat panjang. Berawal dari NILLMIJ, Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij van 1859, tanggal 31 Desember 1859 yang menjadi perusahaan asuransi jiwa yang pertama kali ada di Indonesia (Hindia Belanda waktu itu) yang didirikan dengan Akte Notaris William Hendry Herklots Nomor 185.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1957, perusahaan asuransi jiwa milik Belanda yang ada di Indonesia dinasionalisasi sejalan dengan program Indonesianisasi perekonomian Indonesia. Tepatnya pada tanggal 17 Desember 1960, NILLMIJ van 1859 dinasionalisasi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 1958 dengan mengubah namanya menjadi PT Perusahaan Pertanggungan Djiwa Sedjahtera.

Baca juga: Langkah Jiwasraya Agar Keluar Dari Kesulitan Likuiditas

Tidak lama kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 214 tahun 1961, tanggal 1 Januari 1961, 9 (sembilan) perusahaan asuransi jiwa milik Belanda dengan inti NILLMIJ van 1859 dilebur menjadi Perusahaan Negara Asuransi Djiwa Eka Sedjahtera.

Empat tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 1 Januari 1965, berdasarkan Keputusan Menteri PPP Nomor BAPN 1-3-24, nama Perusahaan negara Asuransi Djiwa Eka Sedjahtera diubah menjadi Perusahaan Negara Asuransi Djiwa Djasa Sedjahtera.

Kemudian, berdasarkan PP No.40 tahun 1965 didirikan Perusahaan Negara yang baru bernama Perusahaan Negara Asuransi Djiwasraja yang merupakan peleburan dari Perusahaan negara Asuransi Djiwa Sedjahtera.

Dan berdasarkan SK Menteri Urusan Perasuransian Nomor 2/SK/66  tanggal 1 Januari 1966, PT Pertanggungan Djiwa Dharma Nasional dikuasai oleh Pemerintah dan diintegrasikan ke dalam Perusahaan Negara Asuransi Djiwasraja.

Guna memberikan semangat untuk menciptakan kinerja yang lebih memuaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 1972, tanggal 23 Maret 1973 dengan Akta Notaris Mohamad Ali Nomor 12 tahun 1973, Perusahaan Negara Asuransi Djiwasraya berubah status menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Jiwasraya yang Anggaran Dasarnya kemudian diubah dan ditambah dengan Akta Notaris Sri Rahayu Nomor 839 tahun 1984 Tambahan Berita Negara Nomor 67 tanggal 21 Agustus 1984 menjadi PT Asuransi Jiwasraya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1995, diubah dan ditambah terakhir dengan Akta Notaris Imas Fatimah SH, Nomor 10 tanggal 12 Mei 1988 dan Akte Perbaikan Nomor 19 tanggal 8 September 1998 yang telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Nomor 1671 tanggal 16 Maret 2000 dan Akte Perubahan Notaris Sri Rahayu H.Prasetyo,Sh, Nomor 03 tanggal 14 Juli 2003 menjadi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Visi dan Misi

Sejak saat itu pula, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) membentuk visi dan misi perusahaan agar tetap fokus dalam menjalankan kinerja bisnisnya.

Visi perusahaan seperti dikutip dari Laporan Tahunan tahun 2016 adalah:

Menjadi perusahaan asuransi nasional bertaraf internasional yang terpercaya dan terdepan dalam inovasi produk dan layanan.

Sedangkan misi perusahaan adalah:

Membantu setiap keluarga Indonesia memiliki kepastian perlindungan mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera.

Baca juga: Jiwasraya Mencatat Peningkatan Minat Roll Over Nasabah Saving Plan

Jiwasraya memiliki berbagai produk seperti JS Link Pro Idaman dan JS Pro Mapan. Produk ini terdiri dari 4 jenis investasi yaitu: JS Link Ekuitas, JS Link Berimbang, JS Link Pendapatan Tetap, dan JS Link Pasar Uang. Selain itu, Jiwasraya juga memiliki produk asuransi pendidikan serta produk proteksi dan investasi.

Produk asuransi Jiwasraya ditawarkan melalui tujuh bank, yakni Standard Chartered Bank, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).
 

Baca Juga:

Prahara Jiwasraya, Pelajaran Tentang Tata Kelola Perusahaan

Merunut Kisah Gagal Bayar Polis Jatuh Tempo Saving Plan Jiwasraya

Video: Dari mana Perusahaan Asuransi Mendapat Untung?