Mengenal Teknologi Perkeretaapian Perkotaan Terbaru ala MRT Jakarta

Mengenal Teknologi  Perkeretaapian Perkotaan Terbaru ala  MRT Jakarta
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhamamd Effendi, ketika menjadi salah satu narasumber dalam sesi diskusi panel dengan topik “Enhancing Urban Mobility in the Smart City Age” di acara “Asia Internet of Things Business Platform 2019” di Jakarta, Kamis 29 Agustus 2019/Sumber: MRT Jakarta

Guna mendorong mobilitas di area urban untuk menciptakan pelayanan berkelas dunia, MRT Jakarta menerapkan teknologi perkeretaapian perkotaan terbaru dan pertama kali digunakan di Indonesia, seperti sistem persinyalan Kendali Kereta Berbasis Komunikasi (Communication-based Train Control), sistem operasi otomatis level 2 (Automatic Train Operation-grade2), dan jalur kereta bawah tanah (underground train tunnel).

Hal itu dijelaskan oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhamamd Effendi, ketika menjadi salah satu narasumber dalam sesi diskusi panel dengan topik “Enhancing Urban Mobility in the Smart City Age” di acara “Asia Internet of Things Business Platform 2019” di Jakarta, Kamis 29 Agustus 2019.

Baca juga: MRT Jakarta dan Bekraf Gelar Pelatihan dan Mentoring ke 13 UMKM Terpilih

"Penggunaan teknologi terbaru ini menuntut kami untuk membangun sumber daya manusia yang mumpuni. Kami bekerja sama dan berkolaborasi dengan sejumlah operator kelas dunia lainnya seperti di Malaysia, Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Australia,” ujar Muhamamd Effendi dalam keterangan resmi, Jumat 30 Agustus 2019.

Muhamamd Effendi menegaskan, penggunaan teknologi dalam operasionalisasi MRT Jakarta pun telah dilakukan untuk banyak aspek, seperti kamera surveilans (CCTV) di kereta dan stasiun, dan aplikasi berbasis telepon pintar yang terus berkembang menyesuaikan kebutuhan dan tren yang tumbuh di masyarakat modern saat ini.

“Untuk mencapai hal tersebut, salah satu strateginya adalah dengan membangun sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Kami bekerja sama dengan sejumlah operator kereta perkotaan lainnya di dunia yang telah berpengalaman seperti Seoul Metro. Bekerja sama dalam hal bertukar sumber daya manusia seperti insinyur masing-masing perusahaan selama 3-4 bulan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang canggih untuk diterapkan di Jakarta, termasuk belajar teknologi terapan terbaru yang bisa diaplikasikan di MRT Jakarta,” tambahnya.

Meskipun MRT Jakarta baru secara resmi beroperasi melayani publik pada Maret 2019 lalu, lanjut Effendi, tingkat penggunaan telah mencapai angka 80 ribu orang per hari.

“Dengan ketepatan waktu 99,9 persen, kami yakin di akhir tahun ini, kami akan mencapai angka 100 ribu penumpang per hari,” ucapnya.

Oleh kareana itu, MRT Jakarta hadir bukan saja sebagai alat transportasi pemindah masyarakat melainkan sebagai katalis perubahan budaya mobilitas masyarakat.

“Dengan integrasi fisik dan non-fisik angkutan umum massal seperti MRT dan Transjakarta yang sedang digalakkan pemerintah provinsi DKI Jakarta, kami berharap makin banyak masyarakat yang mau berpindah dari pengguna transportasi pribadi menjadi pengguna transportasi publik,” pungkasnya.

Baca juga: MRT Jakarta dan Intiland Development Teken Pengembangan Transportasi Publik di kawasan South Quarter