Menebak Agenda RUPSLB 5 BUMN

Menebak Agenda RUPSLB 5 BUMN
Gedung Bank Mandiri

Kamis 18 Juli 2019 yang lalu beberapa media memberitakan bahwa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan ada 5 perusahaan BUMN yang akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dalam waktu dekat. Kelima BUMN itu yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN.

Mendengar kata Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) seringkali menimbulkan asosiasi dengan pergantian kepemimpinan di dalam tubuh organisasi. Di dalam dunia korporasi, organ yang memiliki kekuasaan tertinggi adalah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). RUPS merupakan forum yang diselenggarakan rutin setiap tahun untuk menentukan kebijakan umum perusahaan, serta sebagai wadah menyampaikan laporan pertanggungjawaban dewan direksi dan komisaris kepada para pemegang saham. 

Selain RUPS yang diselenggarakan secara tahunan, terdapat juga RUPSLB yang dapat diselenggarakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan perusahaan. RUPS Luar Biasa ini diselenggarakan untuk membahas hal-hal krusial yang membutuhkan persetujuan dari pemegang saham. 

Dalam mengelola perusahaan, tidak semua kewenangan ada di tangan dewan direksi dan komisaris. Untuk hal-hal tertentu, dewan direksi dan komisaris perlu mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Berikut adalah hal-hal yang tidak dapat diputuskan sendiri oleh dewan direksi dan komisaris: 

  • Mengubah anggaran dasar perusahaan.
  • Membubarkan perseroan yang menjadi pilar perusahaan.
  • Mengambil keputusan terkait dengan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, dan atau pemisahan perusahaan.
  • Memutuskan untuk menyetujui pengajuan permohonan pernyataan pailit atas perseroan atau perusahaan yang dikelolanya.
  • Memutuskan untuk menyetujui perpanjangan jangka waktu berdirinya perseroan.
  • Mengangkat dan memberhentikan anggota direksi dan komisaris.

Terkait rencana penyelenggaraan RUPSLB kelima BUMN besar di atas, maka wajar kemudian terjadi asosiasi akan terjadinya pergantian kepemimpinan. Kementerian BUMN sebagai pemegang saham BUMN berhak untuk menggelar RUPSLB pada perusahaan-perusahaan BUMN, dengan berbagai agenda di atas. 

Adapun Menteri BUMN Rini Soemarno seperti dikutip dari CNN Indonesia membantah akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap susunan direksi lima perusahaan pelat merah melalui RUPSLB yang akan digelar dalam waktu dekat tersebut. Meskipun begitu, Rini membenarkan akan ada lima BUMN yang akan menggelar RUPSLB.

Baca juga: Untung Rugi BUMN di Era Jokowi

Rini menekankan perombakan direksi sejatinya hanya akan mengacu pada hasil evaluasi kinerja masing-masing direksi. Evaluasi itu biasanya dilakukan setelah direksi bekerja selama enam bulan. 


Dalam kesempatan berbeda Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan dengan agenda penyampaian laporan keuangan BUMN selama semester I 2019 dan perubahan susunan pengurus perseroan. 

Agenda lain pembahasan aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham seperti penerbitan surat utang (bond) dan akuisisi.

Adapun jadwal RUPSLB dari kelima BUMN tersebut yang sudah dipublikasikan adalah: Bank Mandiri pada tanggal 28 Agustus 2019, BTN pada tanggal 29 Agustus 2019, dan PGN pada tanggal 30 Agustus 2019.

Dalam infografik di bawah ini Upperline mengumpulkan jadwal dan mata acara RUPSLB kelima BUMN di atas dalam lima tahun terakhir (2014-2019).

 

Dari data di atas menunjukkan bahwa hampir dalam setiap RUPSLB ada agenda perubahan pengurus, baik dewan komisaris maupun dewan direksi. Adapun perubahan kepemimpinan dalam BUMN maupun korporasi pada umumnya adalah sesuatu yang umum terjadi, dengan alasan-alasan yang berbeda-beda. Misalnya karena yang bersangkutan mendapat posisi yang baru, diangkat sebagai Menteri maupun jabatan yang lain, atau ada pula yang berkaitan dengan kinerja. 

Dari data di atas dapat dilihat misalnya, di tubuh PGN, telah terjadi dua kali RUPSLB pada tahun 2018 di mana pada RUPSLB Januari 2018 Gigih Prakoso diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Strategis dan Pengembangan Bisnis. Namun kemudian pada RUPSLB bulan September 2018 Gigih diangkat menjadi Direktur Utama PGN menggantikan Jobi Triananda Hasjim. 

Dari data di atas juga dapat dilhat bahwa ada dua bank yang belum lama ini menyelenggarakan RUPSLB, yaitu BRI dan Bank Mandiri pada bulan Januari 2019. Sementara itu BTN sudah hampir dua tahun tidak menyelenggarakan RUPSLB. Nah, kira-kira pada RUPSLB yang akan datang ini, siapa ya yang akan diganti?

Baca juga: BRI Catatkan Transaksi Remitansi Rp218 Triliun Sepanjang 2019