Menanti Solusi Nadiem Makarim atas Keresahan Indonesia di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Menanti Solusi Nadiem Makarim atas Keresahan Indonesia di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
Nadiem Makarim, Founder Gojek (Sumber: dok. Gojek)

Sehari setelah dilantik pada Minggu (20/10), Presiden Joko Widodo mulai memanggil satu per satu beberapa tokoh ke istana. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan tentunya. Mereka diundang untuk sebuah tawaran bergabung dalam Kabinet Kerja Jilid II. 

Nadiem Makarim adalah salah satu tokoh yang diundang pada Senin lalu. Saat menyapa wartawan, wajahnya sumringah. Keceriaannya seolah menyiratkan kesiapannya untuk mengabdi kepada negara, menjadi salah satu menteri Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Jabatan menteri bagi Nadiem masih teka-teki saat itu. Hingga akhirnya, pada Rabu pagi (23/10), Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan susunan kabinetnya, Kabinet Indonesia Maju. Suami dari Franka Franklin ini mendapat kepercayaan untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Selama ini, kita mengenal Nadiem sebagai pendiri merangkap CEO dari perusahaan teknologi dengan produk berupa aplikasi ride-hailing bernama Gojek. Selama memimpin, ia berhasil membawa perusahaannya menjadi startup Indonesia pertama yang masuk dalam status unicorn, bahkan decacorn.

Status unicorn disematkan pada financial technology (fintech) tersebut pada 2016. Gojek saat itu mendapatkan dana dari berbagai investor melalui pencairan dana seri D sebesar 550 juta dolar AS. Valuasi Gojek pun melebihi 1 miliar Dolar AS sehingga layak disebut unicorn

Gojek terus berkembang dan dengan percaya diri menyebut dirinya “super-apps”. Sebuah sebutan yang cukup masuk akal karena aplikasi tersebut menyediakan fitur-fitur yang memudahkan beragam aspek dalam kehidupan manusia. 

Lahir di Indonesia, kontribusi Gojek terhadap negara juga tak main-main. Sampai saat ini, Gojek telah mempekerjakan lebih dari 2 juta mitra driver dan bekerja sama dengan lebih dari 400 ribu mitra pedagang. Menurut Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Gojek berkontribusi sebesar 55 triliun rupiah bagi perekonomian Indonesia pada 2018.

Pada awal tahun 2019, Gojek kembali mengadakan penggalangan dana putaran Seri F tahap pertama. Dana yang terhimpun mencapai 1 miliar dolar AS. Hal itu mengantarkan Gojek pada status decacorn atau startup dengan valuasi lebih dari 10 miliar Dolar AS. Kini, Gojek juga telah berekspansi ke tiga negara tetangga yakni Singapura, Thailand dan Vietnam.

Sebelum memulai Gojek, pria kelahiran Singapura, 4 Juli 1984 ini lebih banyak menghabiskan masa hidupnya di luar negeri. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Singapura, Nadiem melanjutkan studinya di Brown University Amerika Serikat. Di kampus tersebut, ia mengambil jurusan Hubungan Internasional.

Bapak satu anak ini juga sempat mengikuti pertukaran mahasiswa di London School of Economics. Tahun 2006, akhirnya ia lulus meraih gelar sarjana. Namun, ia tak ingin berhenti sampai di situ. Tiga tahun kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di jenjang pasca sarjana mengambil Master of Business Administration di Harvard Business School.

Menimba ilmu boleh di mancanegara. Akan tetapi, Nadiem tak lantas melupakan pesan orang tuanya, Nono Anwar Makarim (ayah) dan Atika Algadrie (ibu) untuk kembali dan berkontribusi bagi tanah air. Didikan nasionalis orang tuanya berbuah menjadi rasa cintanya pada bangsa Indonesia.

“Ini merupakan kehormatan yang luar biasa bagi saya. Saya bersedia dan menerima,” kalimat inilah yang ia sampaikan pada awak media saat ditanya mengenai kesiapannya menjadi menteri.

Setelah menerima jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ia pun melepaskan posisinya sebagai CEO Gojek. Sementara manajemen Gojek sudah legowo dengan “kepergian” sang founder untuk mengabdi kepada negara.

“Kami bangga karena founder Gojek akan turut membawa Indonesia maju ke panggung dunia,” tulis manajemen Gojek dalam rilis resmi pasca ditunjuknya Nadiem menjadi menteri.

Nadiem Makarim memulai Gojek dari keresahaan-keresahan yang ia rasakan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Ia resah akan sistem “ojek pangkalan” yang kala itu jauh dari efisien. Dari situlah Gojek lahir. 

Kini keberhasilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi tanggung jawabnya. Semoga, Nadiem bisa memberikan solusi-solusi dari keresahan dan masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia terkait bidang kementeriannya. Selamat bertugas, Nadiem Makarim. 

Profil Nadiem Makarim:

  • Nama Lengkap: Nadiem Anwar Makarim
  • Tempat, Tanggal Lahir: Singapura, 4 Juli 1984
  • Istri: Franka Franklin
  • Anak: Salora Franklin Makarim
  • Pendidikan: SD – SMA berpindah-pindah Jakarta –Singapura, Brown University, Amerika Serikat (Hubungan Internasional, undergraduate), Harvard Business School (Master of Business Administration, postgraduate)
  • Karir: 
    - Konsultan Manajemen, McKinsey & Company (2006-2009)
    - Co-founder dan Managing Director Zalora Indonesia (2011 – 2012)
    - Chief Innovation Officer, Kartuku (2013 – 2014)
    - Founder dan CEO Gojek (2010- 2019)
  • Penghargaan:
    - Orang Indonesia pertama penerima penghargaan The Straits Times Asian of the Year (2016)
    - Bloomberg 50 versi 2018
    - Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis (2019)

Baca juga: Nadiem Makarim Bakal Gabung di Kabinet Kerja Jilid II, Siapa yang Pimpin Gojek Setelahnya?