Masif Bangun Ruas Tol, Bagaimana Kondisi Keuangan Jasa Marga?

Masif Bangun Ruas Tol, Bagaimana Kondisi Keuangan Jasa Marga?
Ilustrasi Ruas Tol (Sumber: dok. Jasa Marga)

Di tengah masifnya ekspansi pembangunan jalan tol yang dilakukan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk masih bisa mempertahankan kinerja keuangan yang stabil. Pada semester satu tahun ini, perseroan berhasil mencatatkan EBITDA sebesar 3,34 triliun rupiah, tumbuh 15,4 persen dari tahun sebelumnya di periode yang sama.

Dengan perolehan tersebut, laba bersih yang berhasil diraup Jasa Marga adalah senilai 1,06 triliun rupiah, stabil jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Sementara pendapatan tol pada periode ini mencapai 4,74 triliun rupiah meningkat sebesar 9,2 persen.

Hingga pertengahan tahun ini, Jasa Marga berhasil menambah pengoperasian ruas tol baru sepanjang 41,46 km. Ruas tol baru tersebut adalah Medan Kualanamu - Tebing Tinggi Seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 km dan Pandaan Malang Seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 km, serta akses Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 km.

Baca juga: Jasa Marga Raih The Best Indonesia Risk Management 2019

Selain pengoperasian tol, Jasa Marga juga tengah menggebu-gebu dalam membangun jalan tol. Hingga tahun 2017, panjang jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga adalah sepanjang 680 km. Kemudian di akhir tahun 2018, ruas tol yang dioperasikan mencapai 1.000 km. Beberapa proyek tol ditargetkan selesai di tahun 2020 sehingga diperlukan perencanaan pendanaan yang matang.

Sementara ini, ada beberapa ruas tol yang ditargetkan akan rampung di akhir tahun ini yakni Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi Singosari-Malang, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, dan Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Selain itu, ada pula Proyek Jalan Tol Cinere-Serpong dan sebagian proyek Jalan Tol Serpong-Kunciran.

Jasa Marga juga menyasar efisiensi dan efektivitas kinerja operasional. Pada layanan transaksi, Jasa Marga meningkatkan kapasitas transaksi dengan menerapkan sistem jemput transaksi menggunakan mobile reader. Hal itu dilakukan saat terjadi antrean di gerbang.

Tak hanya itu, Jasa Marga juga mengimplementasikan Oblique Approach Booth (OAB) atau yang dikenal dengan gardu miring selama 24 jam. Salah satu inovasi lainnya adalah dengan menerapkan aplikasi FLO sehingga pengguna kendaraan tidak perlu berhenti ketika masuk ke gerbang tol.

Pada arus balik lebaran tahun 2019 lalu, Jasa Marga juga berhasil melancarkan masuknya mobil ke Jalan Tol Jakarta - Cikampek dengan melewati Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Volumenya mencapai 166.574 kendaraan dan memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dilansir dari rilis resmi perusahaan, Jasa Marga tidak hanya mampu mencetak kinerja pendapatan yang positif tetapi juga nilai aset yang tumbuh. Pasa semester 1 tahun 2019, aset perseroan tumbuh sebesar 8,8% dari tahun sebelumnya di periode yang sama. Kini, jumlah asetnya mencapai 89,67 Triliun.

Baca juga: Jasa Marga Intens Sosialisasikan Pemberlakuan Tarif Tol Gempol-Pandaan dan Pandaan-Malang