Mantan Dirut TelkomMetra Pimpin PT INTI

Mantan Dirut TelkomMetra Pimpin PT INTI
Kantor Pusat PT INTI di Bandung. Sumber: KemenBUMN

PT INTI (Persero) kini telah memiliki jajaran direksi baru, setelah direktur utama Darman Mappangara ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap antar-BUMN.

Kementerian BUMN menunjuk Otong Iip sebagai Direktur Utama menggantikan Darman Mappangara. Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-223/MBU/10/2019 tentang Pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Industri Telekomunikasi Indonesia tertanggal 17 Oktober 2019.

Dengan demikian susunan direksi yang baru adalah sebagai berikut:

- Otong Iip (Direktur Utama)
- Teguh Adi Suryandono (Direktur Bisnis)
- Tri Hartono Rianto (Direktur Keuangan)

Otong Iip sebelumnya memimpin PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) selama tiga tahun sebelum diangkat memimpin PT INTI. Pria ini juga pernah memimpin PT Finnet Indonesia (2013-2015) dan menjabat Direktur Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (2009).

Perusahaan yang didirikan sebagai evolusi dari kerja sama PN Telekomunikasi dan Siemen AG pada tahun 1966 itu kini memiliki tiga strategic business unit (SBU) yaitu broadband, smart energy, dan defence and digital service

Pada masa awalnya bidang usaha PT INTI meliputi produk-produk radio sonde, radio High Frequency (HF), radio Very High Frequency (VHF), pesawat telepon dan stasiun bumi untuk Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa. 

Kini BUMN tersebut telah melakukan banyak inovasi dalam produk dan jasa. Produk dan jasa yang ditawarkan seperti Instalasi Kabel Rumah (IKR), Set Top Box, Optical Network Termination (ONT), Spare Part Management System (SPMS), Converter Kit, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) penerangan jalan umum dengan photovoltaic (PJU-PV), i-Perisalah Smart Meeting, KTP-el Reader, e-Voting, Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B), Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (Sindila), INTI Smart Exchange (ISE), serta beberapa proyek berbasis telekomunikasi. 

Baca juga: Kasus Suap Krakatau Steel dan Catatan Kelam BUMN