Mandiri dan Kementerian Agraria Tangani Masalah Aset Tanah

Mandiri dan Kementerian Agraria Tangani Masalah Aset Tanah
Ilustrasi, Gedung Bank Mandiri/Sumber: Bank Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bekerja sama dalam hal penyelesaian masalah pengelolaan aset tanah dan penerapan layanan Hak Tanggungan Elektronik (HT-el).

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang menjelaskan, kerja sama ini dapat membantu mengoptimalkan nilai dan manfaat yang dihasilkan oleh aset-aset tetap tidak bergerak seperti, tanah, bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total nilai sebesar Rp38,25 triliun.

“Kerja sama ini bagian dari keinginan untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam berbagai proses bisnis dan operasional, termasuk dalam pengurusan status aset Bank Mandiri agar memiliki kepastian hukum yang tetap," ucap Donsuwan dalam keterangan resmi, usai penandatanganan MoU di Jakarta, Selasa 21 Januari 2020.

Adapun masalah yang dihadai oleh perseroan, antara lain terkait aset tanah, seperti status tanah yang belum bersertifikat, adanya klaim kepemilikan sepihak, serta penggunaan lahan tanpa izin.

Adapun kerja sama pengelolaan permasalahan tanah ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari kesepakatan serupa yang telah terjalin sejak tahun 2014.

"Kami juga memberikan komitmen penuh perseroan kepada Kementerian Agraria & Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional dalam penerapan layanan HT-el untuk pendaftaran Hak Tanggungan dan Roya dalam rangka peningkatan kemudahan pengurusan pertanahan," tuturnya.  

Dari kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan serta pencapaian target-target Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di tahun yang akan datang.

Baca juga: Bank Mandiri Dorong Peningkatan KUR di Destinasi Wisata Super Prioritas