Lima BUMN Teken Nota Kesepahaman Konsolidasi Bisnis Hotel

Lima BUMN Teken Nota Kesepahaman Konsolidasi Bisnis Hotel
Salah satu hotel milik Inna Group (Sumber: dok. Inna Group)

Lima BUMN melakukan penandatangan nota kesepahaman "Rencana Konsolidasi Bisnis Hotel BUMN" secara virtual pada 14 September 2020. Langkah bisnis ini dilakukan untuk mendorong BUMN khususnya yang bergerak di bidang perhotelan semakin kompetitif baik di dalam maupun luar negeri. 

Kelima BUMN tersebut adalah PT Garuda Indonesia (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN, PT Pertamina, PT Wijaya Karya (Persero), dan PT Pegadaian (Persero). Penandatanganan didilakukan oleh Direktur Utama masing-masing BUMN.

Penandatangan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal dan tindak lanjut dari rangkaian kesepakatan dan diskusi yang telah dilaksanakan oleh para pihak serta arahan dari keputusan Kementerian BUMN. Dengan konsolidasi ini, diharapkan daya saing pariwisata Indonesia semakin meningkat dan BUMN berperan aktif mendukung pemerintah meningkatkan pariwisata.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut, kelima BUMN berkomitmen mengkonsolidasikan bisnis hotel, termasuk namun tidak terbatas pada aset dan liabilitas yang mencakup 22 unit hotel dan 2 hotel operator management milik Hotel Indonesia Natour, Pegadaian, Garuda Indonesia, Pertamina.

"BUMN perlu kembali ke core business masing-masing. Sehingga untuk perhotelan, misalnya, perlu dilakukan atur ulang anak usaha Hotel BUMN sehingga BUMN yang bersangkutan bisa kembali menjalankan bisnis sesuai dengan inti bisnis yang mereka miliki," ungkap Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam rilis resmi Kementerian BUMN, 13 September 2020.

Ia menambahkan bahwa hotel-hotel yang dimiliki BUMN lokasinya sangat strategis. Dengan begitu, diharapkan pengelola dapat memberikan pelayanan terbaik sehingga menjadi hotel BUMN tumbuh menjadi kebanggaan Indonesia.

Seperti diketahui bahwa Erick Thohir, Menteri BUMN melakukan "perampingan BUMN" sebagai salah satu program untuk menjadikan BUMN sebagai institusi bisnis yang efisien dan berdaya saing. Tujuannya tak lain adalah membawa BUMN kepada posisi global player. Erick akan merampingkan BUMN yang semula berjumlah 142 BUMN, saat ini menjadi 107, dan selanjutnya ditargetkan akan menjadi 40 BUMN. 

Baca juga: Demi Efisiensi, Erick Thohir Kurangi Jumlah BUMN dari 142 Menjadi 107