Lewat Welma Milik BCA, Investasi Tak Perlu Menunggu Kaya Raya

Lewat Welma Milik BCA, Investasi Tak Perlu Menunggu Kaya Raya
Peluncuran Welma oleh BCA

Tidak ada kata yang tepat untuk mendeskripsikan pentingnya mindset untuk investment dan wealth management di masyarakat kita. Itulah pernyataan yang diyakini oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati ketika berbicara tentang investasi.

Sudah saatnya masyarakat Indonesia melek dalam hal mengamankan tabungan dan kekayaan mereka. Kekayaan tak seharusnya mandeg tanpa pengembangan, tetapi dikelola secara produktif.

“Tidak ada wealth yang terlalu kecil untuk dikelola secara hati-hati dan produktif,” ungkap Sri Mulyani melalui video yang diputar saat opening IKF 2019.

Selama 10 tahun, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dikelola di angka 5 persen. Targetnya, di tahun 2019 ini, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3 persen dan di tahun 2020 mencapai 5,3 – 5,6 persen.

Jika Indonesia ingin menjadi negara maju pada 2045, maka dibutuhkan pertumbuhan ekonomi setidaknya 6,25 persen. “Kalau kita ingin menjadi negara maju di tahun 2045, maka minimal pertumbuhan kita adalah 6,25 persen. Itu berdasarkan beberapa studi dari Bappenas dan juga Kementerian Keuangan,” ungkap Andin Hadiyanto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

Sementara itu, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan investasi yang besar untuk melakukan pembangunan di berbagai sektor. Sayangnya, di Indonesia, kebutuhan akan investor tak diimbangi dengan minat investasi dari masyarakat Indonesia.

Menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia, dari total 258 juta penduduk Indonesia, hanya 1,6 juta yang berinvestasi. Jumlah tersebut setara dengan 0,6 persen total penduduk Indonesia. Itulah mengapa pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan inklusi keuangan.

Adanya digitalisasi keuangan memberikan angin segar bagi inklusi keuangan di dunia, tak terkecuali Indonesia. Kehadiran aplikasi keuangan berbasis teknologi atau fintech memberikan kontribusi ekonomi yang cukup besar.

Sebagai contohnya adalah Gojek. Super app ini telah memperkerjakan lebih dari 2 juta mitra driver dan bekerja sama dengan lebih dari 400 ribu mitra pedagang. Tak main-main, menurut Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LD FEB UI), Gojek berkontribusi sebanyak 55 triliun rupiah pada perekonomian Indonesia di sepanjang tahun 2018.

Dengan pesatnya pertumbuhan teknologi keuangan di Indonesia, pemerintah yakin bahwa di tahun 2020 nanti, Indonesia akan menjadi “The Digital Energy of Asia”. Salah satu poin penting yang ditekankan Sri Mulyani terkait transformasi digital adalah kemudahan masyarakat menjangkau produk-produk keuangan. Termasuk salah satunya berinvestasi.

BCA Luncurkan Welma

Teknologi keuangan juga diadopsi oleh pelaku-pelaku bisnis keuangan dari sektor perbankan. Salah satunya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Bank swasta yang telah melayani lebih dari 20 juta rekening ini pun tak ingin ketinggalan dalam mengambil manfaat transformasi digital. Tepatnya di tanggal 8 September 2019, BCA meluncurkan Welma khusus untuk nasabah BCA.

Welma adalah suatu platform digital berbentuk mobile apps yang digunakan untuk pembelian produk-produk investasi seperti reksa dana dan obligasi. Melalui aplikasi tersebut, nasabah pun bisa membeli bancassurance.

Welma dihadirkan untuk menjangkau nasabah dari segala lapisan. Baik itu nasabah yang memiliki kekayaan besar ataupun kecil. Aplikasi ini pun cocok untuk pemula yang baru akan mencoba berinvestasi.

“Salah satu aspek terpenting dalam transformasi digital adalah memberikan kemudahan pada semua orang dari semua segmen untuk mengakses layanan BCA, termaksuk wealth management”, ungkap SEVP Wealth Management BCA Christine Setyabudhi.

Fitur-fitur dalam aplikasi Welma juga terbilang “beginner friendly”. Setelah mendaftar, pengguna akan dituntun untuk mengenal lebih jauh tentang produk-produk inovasi lengkap dengan perbandingan skema-skema yang paling sesuai kebutuhan.

“Yang terpenting adalah belajar dulu, tidak perlu langsung beli,” ungkap Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman dalam acara launching Welma (08/10).

Tampilan fitur Welma untuk belajar investasi (sumber: Google Play)

Produk yang tersedia untuk diperjualbelikan saat ini baru reksa dana dan obligasi. Untuk reksadana, pembelian dapat dilakukan dengan modal mulai dari 500 ribu rupiah. Sedangkan untuk obligasi dapat dibeli dengan harga minimal 1 juta rupiah.

Ke depannya, BCA juga akan memasukkan produk investasi lainnya yakni asuransi bancassurance. Saat ini produk tersebut baru bisa dipelajari saja di aplikasi tetapi belum bisa dibeli.

Selain memberi kemudahan bagi nasabah dalam mengakses produk BCA, misi di balik meluncurnya aplikasi ini menurut Suwignyo adalah mendukung program pemerintah, yakni inklusi keuangan.

“Kalau kita lihat secara nasional, literasi keuangan masyarakat Indonesia masih kurang dari 30 persen, Welma ini salah satu cara untuk meningkatkan literasi keuangan. Intinya kita bantu pemerintah tingkatkan inklusi keuangan,” terang Suwignyo.

Target Welma

Untuk sebuah bank, wealth management menjadi salah satu sumber pendapatan non bunga (fee based income). Pendapatan tersebut diambil dari setiap transaksinya.

Hingga September 2019, BCA mengelola Assets Under Management (AUM) sebesar 55 triliun rupiah. Jumlah tersebut bersumber dari 150 ribu orang nasabah prioritas (saldo minimal 500 juta rupiah) dan 3 ribu orang nasabah solitaire (saldo di atas 10 miliar rupiah).

“Nilai tersebut tumbuh 40 persen dari tahun sebelumnya atau year on year (y.o.y),” jelas Christine.
 Aplikasi ini sendiri masih terlalu kecil kontribusinya untuk pendapatan AUM tersebut. Manajemen mengaku tidak menargetkan harus menggaet dana seberapa banyak.

“Ibarat tanam pohon, perlu nyangkul terus disiram, ya ga bisa langsung dibilang harus berbuah dalam satu atau dua tahun,” ungkap Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama Bank BCA.

Meskipun demikian, munculnya aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan AUM yang dikelola BCA.
“Ya kita harap demikian (tumbuh), tapi kembali lagi, ini bukan hanya tentang jumlah tetapi bagaimana aplikasi ini menumbuhkan kesadaran masyarakat,” ungkap Christine Setyabudhi.

Saat ini Welma baru bisa didownload melalui Google Play dari Android. Rencananya, versi iOS baru akan meluncur tahun depan.

Baca juga: Incar Milenial, BCA Luncurkan Aplikasi Wealth Management WELMA