Lewat Program Digitalisasi Pasar, Linkaja Terapkan Teknologi QRIS

Lewat Program Digitalisasi Pasar, Linkaja Terapkan Teknologi QRIS
Ilustrasi Linkaja (Sumber: IG @linkaja)

Linkaja terus berupaya secara progresif mengganti semua standar QR Code pada seluruh merchant menjadi QR Code Indonesia Standard (QRIS). Sistem QR berstandardisasi ini resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019 lalu oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Dengan menggunakan QRIS ini, merchant yang menyediakan layanan pembayaran dengan QR Code hanya perlu memiliki satu QR Code saja. Kode tersebut dapat dipakai untuk pembayaran dengan berbagai operator pembayaran.

Rencananya, QRIS akan diimplementasikan secara nasional pada 1 Januari 2020 mendatang. Namun, sebagai uang elektronik yang tergabung dalam working group perumusan QRIS, Linkaja sudah mulai mencicil penerapan teknologi QRIS tersebut. Hal ini dilakukan demi kelancaran adopsi QRIS nantinya.

Saat ini, Linkaja telah menerapkan QRIS pada ekosistem pembayaran Pasar Mayestik yang berlokasi di Jakarta Selatan. Ratusan merchant yang bekerja sama dengan Linkaja mulai mengimplementasikan sistem ini.

“Digitalisasi Pasar merupakan upaya kami dalam memperkenalkan inovasi pembayaran nontunai pada seluruh ekosistem merchant,” ungkap Danu Wicaksana, Direktur Utama LinkAja.

Para pedagang yang sudah menggunakan QRIS tentunya memiliki keuntungan daya saing dibanding penjual lainnya. Pasalnya, QRIS ini selain memudahkan penjual, pembeli juga merasa diuntungkan.

“Saat ini kami telah mengimplementasikan QRIS di sekitar 100.000 merchant kami di seluruh Indonesia, harapannya, pada akhir tahun ini seluruh merchant LinkAja di seluruh Indonesia telah mengadopsi metode ini,” tambah Danu.

Akselerasi penerapan QRIS oleh Linkaja ini dilakukan karena masih banyaknya tantangan yang dihadapi masyarakat dalam bertransaksi nontunai. QRIS memudahkan proses transaksi tersebut. Linkaja juga berkomitmen untuk meningkatkan realisasi program pemerintah dalam digitalisasi keuangan.

Sesuai arahan Bank Indonesia dan Kesepakatan ASPI, QRIS difokuskan pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM). Artinya, penjual (merchant) akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli saat transaksi pembayaran.

Linkaja saat ini juga berpartisipasi aktif dalam working group yang mengujicobakan MPM bersama dengan pemain uang elektronik lainnya. Dalam penerapan tahap awal ini, Bank Indonesia juga terus melakukan pengawasan untuk menjamin keamanan dan kelancaran transaksi.

Baca juga: LinkAja - Pegadaian Sinergi Transaksi Nontunai