Lewat Festival Lestari 2019, Bank BJB Dorong Inklusi Keuangan Milenial

 Lewat Festival Lestari 2019, Bank BJB Dorong Inklusi Keuangan Milenial
Bank BJB bersama OJK, BI, dan Pemprov Jabar menggelar Festival Literasi Keuangan 2019 di Bandung, 26-27 Oktober 2019/Sumber:Bank BJB

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemprov Jabar bekerja sama menggelar Festival Literasi Keuangan 2019 di Bandung, pada 26-27 Oktober 2019.

Agenda ini dilakukan untuk meningkatkan angka inklusi keuangan dengan cara mendidik kalangan milenial untuk memanfaatkan produk dan jasa perbankan Indonesia.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, akses keuangan generasi milenial diharapkan meningkatkan serapan dana pihak ketiga (DPK) serta meningkatkan pendapatan perseroan dari layanan perbankan.

"Generasi muda Indonesia perlu mengenal dan mengetahui lebih banyak fasilitas dan produk industri jasa keuangan. Sehingga mereka bisa memanfaatkannya secara maksimal," jelas Yuddy Renaldi dalam keterangan resmi, Sabtu 26 Oktober 2019.

Yuddy Renaldi menegaskan, saat ini Bank BJB telah menyiapkan keandalan layanan aplikasi mobile untuk mendukung keinginan milenial. Layanan itu akan menghadirkan beberapa kemudahan dalam bertransaksi.

Kegiatan ini juga digelar untuk memberikan pengetahuan dan pengenalan lebih luas mengenai produk keuangan dari perbankan, asuransi, investasi dan instrumen keuangan lainnya. Targetnya adalah masyarakat umum terutama generasi milenial.

Sebelumnya, Bank BJB juga telah ikut merangkul generasi milenial yang berada di kampus-kampus besar agar mereka lebih melek literasi dan inklusi keuangan. Antara lain ke Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Islam Nusantara (Uninus), Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) serta Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kepala Perwakilan OJK Jabar Triana Gunawan mengatakan, pihaknya bersama perbankan terus mendorong meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan jasa perbankan guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Pada 2013 angka inklusi keuangan belum mencapai 60%, kemudian meningkat jadi 68% pada 2016. Tetapi data terbaru, angka inklusi secara nasional telah mencapai 75% atau telah mencapai target tahun ini," tambahnya.

Menurut Yuddy Renaldi. tantangan ke depan adalah meningkatkan angka literasi keuangan yang saat ini masih di bawah 30%.

“Tingginya angka inklusi namun literasi rendah, menunjukkan banyak yang telah terkoneksi perbankan namun belum paham layanan perbankan secara penuh,’ pungkasnya.

Baca juga: Bank BJB Salurkan Kredit Permodalan ke RNI Rp1 Triliun