Laba Bersih BCA Meningkat 12,6 Persen Hingga Pertengahan 2019

Laba Bersih BCA Meningkat 12,6 Persen Hingga Pertengahan 2019
Paparan Kinerja Keuangan Terkonsolidasi Semester 1 2019 BCA

Hingga pertengahan tahun 2019, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, melaporkan laba bersih sebesar 12,9 triliun rupiah atau meningkat sebanyak 12,6 persen dari tahun sebelumnya. Laporan tersebut disampaikan dalam paparan kinerja keuangan konsolidasi semester 1 tahun 2019, di Hotel Kempinski, Jakarta (24/07).

Sementara itu, pendapatan bank dengan nilai asset 870 triliun rupiah tersebut juga mengalami peningkatan. Dari yang awalnya 29,5 triliun di periode yang sama tahun 2018, menjadi 34,2 triliun rupiah di tahun ini. Menurut keterangan resmi dari BCA, kenaikan-kenaikan tersebut dipicu oleh solidnya kinerja perusahaan.

Sementara itu, BCA berhasil menyalurkan kredit sebesar 565,2 T yang berarti ada peningkatan sebesar 11,5 persen Year on Year (YoY). Dari jumlah tersebut, jika dirinci maka penyaluran kredit BCA berasal dari berbagai sektor seperti korporasi, komersial & UKM serta kredit konsumen.

“Kredit didorong oleh kredit korporasi sebesar 14,6 persen YoY menjadi 219,1 triliun rupiah, dan kredit komersial dan UKM meningkat 12,5 persen YoY menjadi  189,2 triliun rupiah,” ungkap Jahja Setiaatmajda, Direktur Utama BCA.

Ia menambahkan bahwa dari sisi kredit konsumen, kredit beragun properti tumbuh 11,2 persen YoY menjadi 90,7 triliun rupiah. Kredit kendaraan bermotor turun 1,5 persen YoY menjadi 48,2 triliun rupiah. Penurunan tersebut dipicu oleh penurunan pembiayaan kendaraan roda dua.

Baca juga: BCA Sabet Penghargaan Financial Top Leader 2019

Dari sisi dana pihak ketiga, BCA mencatat pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar 5,9 persen YoY menjadi 510,4 triliun rupiah, sejalan dengan kuatnya peningkatan jumlah transaksi khususnya pada e-channels.

CASA tetap menjadi inti dana pihak ketiga BCA dan berkontribusi sebesar 75,7 persen dari total dana pihak ketiga. Sementara itu, dana deposito meningkat 18,1 persen YoY menjadi 163,5 triliun rupiah. Total dana pihak ketiga tercatat sebesar 673,9 triliun rupiah, tumbuh 8,6 persen YoY.

“Merespon terhadap lingkungan bisnis yang dinamis, BCA akan tetap menerapkan prinsip kehati- hatian, dan di sisi lain, BCA akan terus berinovasi dan beradaptasi sejalan dengan perubahan perilaku nasabah dan pertumbuhan e-commerce,” ungkap Jahja.

Pada semester 1 ini, BCA mampu mempertahankan rasio keuangan yang solid. Rasio kecukupan modal (CAR) dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) tercatat pada level yang sehat masing-masing sebesar 23,6 persen dan 79,0 persen. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada level yang dapat ditoleransi sebesar 1,4 persen. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) berada pada level yang memadai sebesar 183,7 persen. Rasio pengembalian terhadap aset (ROA) sebesar 3,7 persen.

Ke depannya, pihak manajemen BCA berkomitmen untuk terus melek peluang dan mengembangkan inovasi. Di akhir, konferensi pers, Jahja menjelaskan bahwa untuk melayani nasabah, BCA berinvestasi dalam hal teknologi. Misalnya saja teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengelola kartu ATM dan token yang jumlahnya jutaan.

Baca juga: Express Lirik Investor Strategis Asal Jepang untuk Pengadaan Taksi Baru