Kuartal II 2019, Proyek Jambaran-Tiung Biru PEPC Capai Kinerja Progresif

Kuartal II 2019, Proyek Jambaran-Tiung Biru PEPC Capai Kinerja Progresif
PEPC catatkan Pengembangan Proyek Jambaran-Tiung Biru PEPC Capai Kinerja Progresif di kuartal II 2019/Sumber: Pertamina/

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) selaku pengelola proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru mencatatkan kinerja yang progresif dari aspek konstruksi, drilling maupun skema project financing di kuartal ke-2 tahun 2019.

Direktur Utama PEPC, Jamsaton Nababan mengatakan progres konstruksi Gas Processing Facilities (GPF) telah melampaui target progres di angka 25% atau lebih cepat 1% dari target 24%
di Q2 2019.

“Percepatan progres konstruksi ini merupakan bentuk komitmen PEPC untuk selalu progresif dalam rangka mengoptimalkan produksi cadangan migas nasional,” jelas Jamsaton Nababan dalam keterangan resmi, Sabtu (13/7).

Baca juga: Pertamina Catat Kontribusi Minyak Lapangan Banyu Urip Capai 25% untuk Indonesia

Jamsaton Nababan menegaskan, saat ini pengerjaan proyek masih on schedule dan PEPC berharap progress konstruksi GPF akan bertambah maju sesuai dengan S-Curve yang telah disepakati antara PEPC dengan konsorsium RJJ selaku pelaksana pekerjaan.

“Percepatan konstruksi GPF merupakan bagian krusial dari manajemen proyek. GPF adalah fasilitas yang berfungsi memproduksi gas dari Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru dengan produksi rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD dan target gas onstream/komersil pada 2021 dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD,” tambahnya.

Menurut Jamsaton Nababan, GPF yang akan dibangun menggunakan teknologi dan dirancang guna mendapatkan kehandalan operasi dan ramah lingkungan untuk berproduksi selama 25 tahun.

Selain konstruksi, di tahun ini PEPC telah melakukan milestones dalam pengerjaan pengeboran. Dimana, untuk mendukung target produksi onstream JTB di tahun 2021, PEPC akan melakukan pengeboran 6 buah sumur secara bertahap, diantaranya 4 sumur yang terletak di Wellpad Jambaran East dan 2 di Wellpad Jambaran Central.

“Tahapan drilling ditargetkan selesai di Q1 Tahun 2021 untuk mendukung target onstream GPF di Q2 Tahun 2021,” ucapnya.

Saat ini, PEPC tengah melakukan kegiatan rig move yang akan dilanjutkan dengan inspeksi kelengkapan peralatan rig, dan memastikan bahwa semua peralatan yang dibutuhkan untuk kesiapan pengeboran telah tersedia.

Selain itu, PEPC telah menunjukkan performa dan komitmennya untuk mengawal kelancaran proses drilling proyek Jambaran-Tiung Biru.

“Fokus kami adalah mengejar dan mempercepat key indicators dalam mengoptimalkan skedul pengeboran sebelum tajak sumur tahun ini,” pungkasnya.

Baca juga: Pertamina Segera Mulai Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru