Krakatau Steel Diperkirakan Mulai Untung di 2025

Krakatau Steel Diperkirakan Mulai Untung di 2025
Pemerintah memperkirakan Krakatau Steel akan mulai mencetak untung di tahun 2025. (Sumber: Krakatau Steel)

Kementerian BUMN memperkirakan performa keuangan PT Krakatau Steel (Persero) akan membaik pada tahun 2025. Perbaikan kondisi keuangan tersebut seiring dengan aksi korporasi yang akan meningkatkan kapasitasnya.

Menurut Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno, kondisi keuangan Krakatau Steel saat ini memang masih berraport merah. Hal ini dikarenakan sejumlah faktor, misalnya permintaan baja yang rendah, selaras dengan gempuran produk impor.

"Kita memang masih problem dengan KS. Memang ruginya sudah berkurang. Tapi belum maksimal hijau. Kita berharap 2025 KS sudah betul, sudah sehat. Sekarang ruginya tinggal 600 miliar rupiah," kata Fajar. 

Baca juga: Pasar Baja Membaik, Krakatau Steel Terus Perbaiki Kinerja

Pada tahun 2018,  Krakatau Steel mencetak rugi bersih sebesar 74,82 juta dolar AS, turun dibandingkan kerugian tahun 2017 sebesar 81,74 juta dolar AS. 

Di tahun 2019, Krakatau Steel berharap kinerjanya akan meningkat. Hal tersebut akan didorong dengan penandatanganan kesepakatan antara perseroan dengan sejumlah BUMN karya tentang penggunaan baja dalam negeri untuk proyek-proyek yang dijalankan oleh pemerintah. Misalnya saja, pada proyek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II Elevated Toll Road

Baca juga: Krakatau Steel Ekspor Baja 12.000 Ton ke Malaysia