Korporasi Sepekan: ADHI Karya Kantongi Pendapatan Rp6,08 Triliun, Bisnis Parsel Pos Indonesia Tumbuh Menjadi Rp1,8 Triliun

Korporasi Sepekan: ADHI Karya Kantongi Pendapatan Rp6,08 Triliun, Bisnis Parsel Pos Indonesia Tumbuh Menjadi Rp1,8 Triliun

Masuk minggu keempat di bulan September, perusahaan di sektor konstruksi dan layanan jasa, berhasil membukukan peningkatan kinerja dari segi pendapatan. Masing-masing perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

Adapun beberapa perusahaan lainnya melakukan aksi korporasi guna meningkatkan performa kinerja mereka di tahun ini. Sementara itu, salah satu perusahaan pengelola bandara udara, berhasil meraih prestasi yang cukup luar biasa di tingkat internasional.    

PT Adhi Karya (Persero) Tbk: Naik 17,33%, ADHI Karya Kantongi Pendapatan Rp6,08 Triliun

Adhi Karya (ADHI) berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit pada semester I/2018. Adhi Karya berhasil mengantongi pendapatan Rp6,08 triliun atau naik 17,33% dari Rp5,18 triliun pada semester I/2017. Sementara, total aset Adhi Karya pada semester I/2018 tercatat sebesar Rp26,5 triliun dan total liabilitas menjadi Rp20,5 miliar dari Rp22,4 miliar.

Perseroan juga berhasil mengantongi laba kotor yang naik 54,33% secara tahunan pada semester I/2018. Nilai yang dibukukan naik dari Rp598,33 miliar pada semester I/2017 menjadi Rp923,42 miliar.

Dengan demikian, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk emiten berkode saham ADHI tercatat tumbuh 61,98% secara tahunan. Pencapaian Rp131,31 miliar pada semester I/2017 naik menjadi Rp212,70 per 30 Juni 2018.

PT Pos Indonesia (Persero): Pos Indonesia Kantongi Pendapatan Rp1,8 Triliun dari Bisnis Pengiriman Parsel

Pos Indonesia mengalami pertumbuhan luar biasa dari bisnis pengiriman paket atau barang/parsel yang dikerjasamakan dengan salah satu maskapai penerbangan Tanah Air. Tahun ini, Perseroan berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp1,8 triliun dari bisnis tersebut.

Pendapatan dari parsel tahun ini, tercatat tumbuh luar biasa, dari tahun ke tahun sekitar 40%. Namun, meskipun bisnis parsel mengalami peningkatan pesat, margin-nya relatif lebih kecil dibandingkan produk atau bisnis Pos Indonesia lainnya seperti pengiriman surat dan jasa keuangan.

Untuk bisnis pengiriman surat pada Januari 2015 indeksnya mencapai 100 namun pada Agustus 2018 turun menjadi 28. Begitu pun dengan jasa keuangan, di tahun 2015 berhasil menyentuh angka Rp1,2 triliun namun tahun ini turun menjadi Rp800 miliar.

PT Penjaminan Jamkrindo Syariah: Naik 221%, Jamkrindo Syariah Bukukan Total Aset Sebesar Rp636,9 Miliar

Jamkrindo Syariah mencatat pertumbuhan total aset sebesar 221% dalam tempo empat tahun sejak berdiri yakni tahun 2015. Total aset Perseroan pada akhir Agutus 2018 tercatat sebesar Rp636,9 miliar atau tumbuh dibandingkan tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp288,5 miliar.

Jamkrindo Syariah juga mencatatkan kinerja yang cukup baik. Dari tahun ke tahun, penjaminan yang dilakukan Perseroan terus meningkat dengan tingkat pertumbuhan tinggi, yakni sebesar 74,89% per tahun dari tahun 2015 sampai dengan 2017.

Pada periode Januari hingga Agustus 2018, volume penjaminan telah mencapai Rp13,2 triliun. Pertumbuhan Imbal Jasa Kafalah (IJK) mengalami pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan volume penjaminan. Pertumbuhan perolehan IJK cash basis Jamkrindo Syariah pada periode Januari-Agustus 2018 meningkat 109,27% dengan nilai sebesar Rp213,9 miliar.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah: Per Agustus, Bank Jateng Syariah Bukukan Laba Rp80 Miliar

Bank Jateng berhasil membukukan capaian positif untuk bisnis unit usaha syariah (UUS). Tercatat hingga Agustus 2018, laba UUS Bank Jateng mencapai sebesar Rp80 miliar atau telah mendekati target laba yang dipatok tahun ini.

Laba UUS Bank Jateng sepanjang delapan bulan pertama tahun ini mencapai Rp80 miliar, di mana target tahun ini adalah sebesar Rp90 miliar. Laba Agustus 2018 tercapai Rp80 miliar dari rencana Rp54 miliar. Pencapaian tersebut tumbuh 42,07% secara tahunan atau year on year (yoy).

Di sisi lain, hingga Agustus 2018 pembiayaan UUS Bank Jateng mampu tumbuh 29,85% yoy dengan nilai outstanding Rp2,42 triliun. Dari segi kualitas pembiayaan, masih tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau non perfoming financing (NPF) pada Agustus 2018 di posisi 0,78%.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero): Jasindo Pimpin Pasar Bisnis Asuransi Penerbangan dengan Kontribusi Sebesar 80%

Jasindo menjadi pemimpin pasar untuk lini bisnis asuransi penerbangan, melalui kontribusi sebesar 80% dari total premi asuransi penerbangan. Hal tersebut dipaparkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

AAUI mencatat pangsa pasar lini bisnis asuransi penerbangan masih sekitar 1,7% terhadap total bisnis asuransi umum. Kecilnya kontribusi lini bisnis ini adalah karena asuransi penerbangan merupakan risiko yang spesifik. Hal ini dibuktikan dengan hanya ada dua perusahaan asuransi kerugian yang mencatatkan produksi asuransi penerbangan dengan volume besar, yakni PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance, dan Jasindo.

Pada semester I/2018, AAUI mencatat perolehan premi lini bisnis asuransi penerbangan dan satelit sebesar Rp561,02 miliar atau melonjak 188,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp194,7 miliar. Jasindo berkontribusi sekitar 80% dari total premi asuransi penerbangan.

PT Pertamina (Persero): Pertamina Catat Pertumbuhan Konsumsi Pertalite Sebesar 37% di Tiga Provinsi

Pertamina mencatat adanya pertumbuhan konsumsi Pertalite di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang naik hingga 37% pada Agustus 2018, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kenaikan konsumsi Pertalite terjadi paling besar di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Wilayah lainnya juga mengalami kenaikan namun di dua wilayah ini yang paling pesat pertumbuhannya. Pertumbuhan konsumsi Pertalite utamanya di dorong oleh kesadaran masyarakat untuk menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik.

Hal ini juga di dorong oleh karakter mesin kendaraan masa kini yang mensyaratkan BBM dengan kualitas yang lebih tinggi. Minat masyarakat yang semakin tinggi ini juga diimbangi dengan peningkatan pelayanan seperti pengiriman dan kualitas pelayanan di SPBU Pertamina.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk: Rilis Obligasi, Bank bjb Bidik Dana Segar Rp3,5 Triliun

Bank bjb (BJBR), akan menerbitkan obligasi tahap II senilai Rp1,752 triliun. Obligasi atau surat utang yang diterbitkan Perseroan ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan I. Obligasi Berkelanjutan I Bank bjb ini menargetkan dana total Rp3,5 triliun.

Obligasi Bank bjb tahap II yang akan dirilis ini terbagi dalam dua seri. Pertama, seri A dengan target himpunan dana Rp835,5 miliar berbunga tetap 9% dan tenor 3 tahun. Adapun frekuensi pembayaran bunga dilakukan setiap triwulan dengan jatuh tempo pada 28 September 2021.

Sedangkan seri B dengan jumlah dana Rp916,5 miliar berbunga tetap 9% dan tenor 5 tahun. Pembayaran bunga seri ini dilakukan setiap triwulan dengan jatuh tempo pada 28 September 2023. Berdasarkan rencana, Bank bjb akan mencatatkan (listing) obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Oktober 2018.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero): PLN Bakal Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah Sebesar Rp1,06 Triliun

PLN berencana untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan III/Tahap II/2018 dan sukuk ijarah berkelanjutan III/tahap II/2018 dengan nilai nominal Rp1,05 triliun. Untuk Obligasi akan diterbitkan dalam jumlah nominal sebesar Rp832 miliar sementara sukuk ijarah sebesar Rp224 miliar.

PLN bakal membagi penerbitan surat utang-nya tersebut ke dalam lima seri. Seri A dengan jumlah pokok Rp210 miliar memiliki tenor lima tahun dan tingkat bunga tetap sebesar 8,65%.

Seri B dengan jumlah pokok Rp483 miliar memiliki tenor dan tingkat bunga tetap 9%. Seri C terbit dengan jumlah pokok Rp78 miliar bertenor 10 tahun dengan tingkat bunga 9,1%. Sementara, Seri D bernilai Rp15 miliar dengan tenor 15 tahun mematok kupon sebesar 9,3%. Seri E dengan jumlah pokok Rp46 miliar bertenor 20 tahun mematok kupon 9,65%.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk: BRI Ternyata Akuisisi Dua Anak Usaha Danareksa Senilai Rp819 Miliar

BRI (BBRI) ternyata mengakuisisi dua anak usaha PT Danareksa (Persero), di mana BRI tidak hanya mengakuisisi PT Danareksa Sekuritas namun juga membeli PT Danareksa Investment Management, dengan porsi sebanyak 35% saham. Total nilai akuisisi kedua anak usaha Danareksa tersebut mencapai Rp819 miliar.

Jumlah saham Danareksa Sekuritas yang diakuisisi sebanyak 67% dengan nilai sebesar Rp447 miliar. Tak hanya itu, BRI juga membeli 35% saham Danareksa Investment Management dengan nilai mencapai Rp372 miliar.

Kesepakatan tersebut, dilatarbelakangi oleh strategi jangka panjang BRI dalam membangun bisnis jasa keuangan dengan menyediakan layanan yang terintegrasi.

PT Angkasa Pura I (Persero): Di Ajang Internasional, AP I Raih Penghargaan The Customer Experience Asia Excellence Awards 2018

AP I (Angkasa Pura Airports) kembali berhasil meraih penghargaan internasional. Kali ini Perseroan berhasil meraih penghargaan dalam ajang “The Customer Experience (CX) Asia Excellence Awards 2018” kategori “Best Employee Engagement Award 2018”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Quality & Productivity Center (IQPC) yang berbasis di Berlin, Jerman. Penghargaan “CX Asia Excellence Awards” merupakan ajang apresiasi tahunan tertinggi atas pencapaian perusahaan dalam menciptakan pengalaman pelanggan (customer experience) di seluruh komunitas Asia.

Pada “CX Asia Excellence Awards 2018” ini, Angkasa Pura Airports menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang meraih penghargaan ini. Penghargaan “CX Asia Excellence Awards 2018” diikuti oleh perusahaan-perusahaan terbaik dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia dan Selandia Baru, Asia Utara, serta Timur Tengah.