Kolaborasi INKA dan Stadler Rail Group Perkuat Produk Kereta Indonesia

Kolaborasi INKA dan Stadler Rail Group Perkuat Produk Kereta Indonesia
Pengiriman Batch-1 Ekspor 15 dari 250 Kereta Penumpang ke Bangladesh, Produksi PT INKA (Persero). Pelepasan pengiriman dilakukan oleh Menteri Perindustrian (Sumber: INKA)

Pemerintah mengapresiasi langkah kolaborasi antara PT INKA (Persero) dan Stadler Rail Group, perusahaan kereta asal Swiss. Kerja sama dengan perusahaan global bisa jadi cara untuk transfer teknologi.

“Kalau kita lihat, Stadler adalah salah satu player kereta api di Eropa, juga sebagai produsen nomor 4 di dunia. Ini menjadi momentum yang baik bagi PT INKA sehingga bisa saling memanfaatkan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat mengunjungi kantor pusat Stadler Rail Group di Bussnang, Swiss, Jumat, 25 Januari 2019. 

Sinergi antara PT INKA dan Standler, terealisasi melalui pembangunan pabrik kereta api terintegrasi dan terbesar di Indonesia milik PT INKA di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Paling tidak jumlah investasi yang bakal digelontorkan mencapai 30 triliun rupiah, dengan tahap awal yang dikucurkan senilai 500 milliar rupiah.

PT INKA menyiapkan lahan seluas 84 hektare beserta bangunan. Namun untuk tahap pertama, digunakan seluas 12 hektare. Sementara itu, pihak Stadler menyediakan teknologi, mesin dan pasar. Diperkirakan, total penyerapan tenaga kerja hingga 2.000 orang.

Memperin berharap, BUMN tersebut akan membuka akses pasar ekspor lebih luas lagi bagi keduanya, baik di Asean maupun regional di mana masing-masing sudah punya jaringan. 

Dari produksi di Banyuwangi ini, PT INKA bisa fokus di pasar berkembang seperti Bangladesh, India, Sri Lanka dan Filipina. Sedangkan Stadler untuk memenuhi pasar seperti Singapura dan Australia.

Dengan penerapan teknologi terbaru, menurut Airlangga, pabrik PT INKA di Banyuwangi nantinya siap memproduksi berbagai jenis kereta mulai dari light rail transit (LRT), metro, sampai yang kereta kecepatan tinggi. 

Bahkan, lanjutnya, melalui penggunaan mesin canggih, pabrik ini mampu memproduksi 4 kereta per hari atau sanggup melampaui 1.000 kereta per tahun.

“Kami terus memacu industri perkeretaapian nasional agar dapat menguasai pasar domestik dan semakin berperan dalam supply chain industri perkeretaapian untuk pasar global,” katanya.

Saat ini, Indonesia termasuk salah satu pemain industri manufaktur sarana kereta api terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan studi perusahaan independen Jerman, PT INKA berada di posisi 22 dalam jajaran industri kereta api di dunia.