Kiprah APRIL Group di Pasar Kertas Internasional

Kiprah APRIL Group di Pasar Kertas Internasional
Produk kertas bermerek PaperOne dari APRIL Group sudah dijual di lebih dari 70 negara/Sumber: PaperOne

Melihat produk dalam negeri yang dikenal di dunia jelas menjadi kebanggaan tersendiri. Tidak banyak merek Indonesia yang mampu melakukannya. APRIL Group adalah salah satu perusahaan nasional yang sanggup menghadirkannya.

APRIL Group merupakan salah satu produsen kertas terbesar di dunia. Berbasis di Pangkalan Kerinci, Riau, mereka mampu memproduksi pulp sebanyak 2,8 juta ton per tahun. Kemampuan tersebut masih ditambah produksi kertas sebesar 1,15 juta ton dalam kurun waktu yang sama.

Salah satu produk APRIL cukup dikenal di pasar kertas dunia. Mereka memiliki kertas bermerek PaperOne yang sudah terjual di lebih dari 70 negara. Merek ini pula yang mengantarkan APRIL meraih penghargaan khusus dari Pemerintah Indonesia.

Pada 16 Oktober 2019, melalui unit bisnisnya PT Riau Andalan Kertas (RAK), APRIL menerima Primaniyarta Award 2019. Penghargaan diperoleh untuk kategori Eksportir Berkinerja dan Berprestasi.

Primaniyarta Award bukan penghargaan biasa. Ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah terhadap pihak yang berkinerja baik di bidang ekspor. Namun, bagi APRIL, penghargaan ini bukan yang pertama. Pada 2018, mereka telah meraihnya untuk kategori perusahaan dengan merek terbaik yang mampu berkompetisi di pasar global atau kategori Global Brand.

APRIL mengakui Primaniyarta Award yang diraihnya tidak lepas dari kinerja produk kertas andalannya, PaperOne. Sebagai produk flagship, PaperOne menjadi penopang utama ekspor perusahaannya.

Dikatakan oleh Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Sihol Aritonang, kinerja ekspor pihaknya dalam lima tahun terakhir tumbuh 41%. Pada 2018, nilainya mencapai 312,8 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp4.375 triliun).

"Prestasi tersebut tak lepas dari pemasaran produk flagship PaperOne ke 70 negara," ujar Sihol dalam rilis resmi kepada pers.

Keberhasilan APRIL dalam bersaing di pasar kertas internasional tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh perjuangan panjang di baliknya. Terbukti mereka memang telah merintisnya sekian lama.

APRIL mulai memasarkan PaperOne ke pasar global sejak 1998. Ketika itu, mereka langsung berani bersaing di sejumlah pasar besar seperti di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

Tidak mudah untuk memenangkan persaingan. Butuh upaya besar untuk meningkatkan kualitas PaperOne mulai dari tingkat ketebalannya, ketembusan cahaya maupun tinta, hingga daya tahan ketika disimpan.

Namun, APRIL mampu menjaga kualitas. Mereka bahkan sanggup menghadirkan terobosan teknologi produksi kertas yang dinamai ProDigi HD Print Technology. Secara garis besar, ini merupakan teknologi nano untuk menghasilkan kertas terbaik dalam mencetak, foto kopi, dan ramah lingkungan.

Berkat penerapannya, kertas kualitas tinggi dihasilkan. APRIL berani mengklaim PaperOne mampu membuat hasil cetakan lebih tajam sekitar 34 persen jika dibanding merek-merek kertas lain.  

Bukan itu saja, hasil riset independen Buyer’s Laboratory (BLI) terhadap PaperOne memperlihatkan kualitas lainnya. PaperOne disebut oleh BLI mampu menghemat penggunaan tinta hingga 18 persen jika dibanding dengan merek kertas lain.

Itu adalah sejumlah kualitas yang membuat PaperOne bisa bersaing di pasar kertas internasional. Tidak heran, oleh APRIL, sekitar 75% dari hasil produksi PaperOne dialokasikan untuk ekspor.

APRIL melengkapi kualitas PaperOne dengan bukti produksi berkelanjutan. Mereka sanggup mengantongi sertifikat Programme for the Endorsement of Certification (PEFC). Perlu diketahui, PEFC merupakan lembaga nonprofit independen yang memberikan sertifikasi kepada pihak ketiga untuk memastikan pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Sampai sekarang, PEFC menjadi sistem sertifikasi kehutanan terbesar di dunia. Sampai saat ini tercatat ada lebih dari 264 juta hektare hutan dan 15.804 perusahaan yang telah disertifikasi oleh PEFC.

Berkat sertifikat PEFC, APRIL semakin mudah memasarkan produknya di pasar global yang menuntut produksi yang bertanggung jawab. "Produk PaperOne bersertifikat PEFC, yang membuktikan bahwa bahan bakunya berasal dari sumber yang legal, dapat dilacak, dan ramah terhadap lingkungan,” kata Sihol.

PELUANG KE DEPAN

PaperOne sudah mampu berbicara banyak di kancah internasional. Namun, mereka tidak mau berpuas diri. Peluang untuk mengembangkannya masih terbuka lebar seiring dengan pasar dunia yang menjanjikan.

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menyatakan bahwa pulp dan kertas merupakan industri yang punya daya saing kuat di tingkat global. Di sini bahan baku berupa kayu tersedia cukup banyak. 

Sudah begitu, iklim tropis mempermudah pertumbuhan pohon di perkebunan dengan cepat. Sebagai gambaran, di daerah subtropis, perlu waktu 25 tahun untuk memanen kayu. Namun, di Indonesia, pemanenan perkebunan telah bisa dilakukan hanya dalam 5 tahun.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia pun sudah memanfaatkan teknologi tinggi untuk produksi. Tidak heran, gabungan berbagai faktor tersebut mampu membuat Indonesia menawarkan harga bersaing untuk pulp dan kertas.

Pada akhirnya, bukan hal aneh ketika industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama ekspor produk kehutanan selama tahun 2011-2017. Pada 2017, nilai ekspor kertas mencapai 3,6 miliar dolar AS. Kebanyakan produk-produknya dikirim ke Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam dan China.

Kelebihan ini menempatkan Indonesia di jajaran pemain utama industri kertas. Secara umum, APKI menyebut negeri kita berada di peringkat keenam dalam negara dengan produksi kertas terbesar di dunia.

Tidak mengherankan, APKI masih memberi proyeksi positif untuk pertumbuhan industri pulp dan kertas. Pada tahun 2019, mereka meyakini akan ada kenaikan hingga 2 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski tipis, hal itu dirasa tetap bagus mengingat beragam kondisi yang menyulitkan perekonomian dunia saat ini.

Melihat hal tersebut, APRIL tidak berpangku tangan. Beragam upaya dilakukan untuk terus memperluas pasar. Secara khusus, APRIL melakukannya dengan mengembangkan kantor-kantor yang menjadi basis pemasaran di luar negeri.

Saat ini, Sihol menyatakan pihaknya telah memiliki kantor penjualan dan kantor penghubung pemasaran di berbagai negara. Beberapa di antaranya ada di Singapura, Malaysia, China, Macau, Timur Tengah, India, Eropa, Hong Kong, Jepang, Australia, Selandia Baru, Thailand dan Korea Selatan.

Selain itu, APRIL juga akan lebih gencar menyosialisasikan operasional berkelanjutan yang sudah dilakukan. Berbagai upaya ditempuh. Salah satunya dengan mengikuti Expo 2020 Dubai, yang  akan  berlangsung dari 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Di sana APRIL bersiap untuk meramaikan Paviliun Indonesia. Kesempatan itu bakal dijadikan wadah untuk memperlihatkan kemampuannya sebagai produsen pulp dan kertas terintegrasi yang berkelas dunia. APRIL bisa menunjukkan kapabilitas dalam menyeimbangkan produksi dan perlindungan alam yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals. 

Diharapkan upaya tersebut akan berbuah hasil. APRIL bakal mampu terus meningkatkan kiprahnya di pasar kertas internasional. 

Baca juga: Kisah Asian Agri, Manfaatkan Limbah untuk Energi Bersih