Kimia Farma Anggarkan Capex Rp 4 T di 2019

Kimia Farma Anggarkan Capex Rp 4 T di 2019
Source: Kimia Farma

Tahun 2019, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menyiapkan belanja modal (capital expenditure / capex) sebesar Rp 4 triliun yang akan digunakan untuk membiayai 30% capex, sisanya 70% untuk pendanaan eksternal.

“Adapun untuk pendanaan capex 2019, Kimia Farma masih mempertahankan skema 70%-30% antara pendanaan eksternal dan internal. Karena itu, pada 2019, perseroan berniat menggalang dana melalui obligasi dan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN),” jelas Direktur Keuangan Kimia Farma IGN Suharta Wijaya, dalam keterangan resmi BUMN, Selasa, 15 Januari 2019

Suharta memperkirakan, pihaknya baru akan menerbitkan surat utang pada akhir kuartal II-2019 atau semester II-2019.

“Penerbitan obligasi atau MTN tergantung dengan akuisisi atau aksi pertumbuhan anorganik Kimia Farma. Sepertinya kami berpotensi menerbitkan surat utang selepas momen pemilihan umum,” ujarnya.

Baca Juga : Inilah Transformasi Digital Kimia Farma di Era Disrupsi

Lebih lanjut, Suharta  menegaskan, tahun ini akan kembali menganggarkan dana investasi anorganik dalam capex. Sebab, selain berniat melakukan ekspansi baru, perseroan berencana melakukan penyerapan capex termasuk investasi anorganik yang berlangsung sejak 2018.

Menurut Suharta, selain untuk keperluan investasi anorganik, anggaran capex antara lain dialokasikan untuk penambahan sekitar 100 gerai baru pada 2019.

Anggaran capex 2019 yang sebesar Rp 4 triliun tersebut setara dengan kenaikan 14,28% dari capex tahun lalu yang sebesar Rp 3,5 triliun. Dari nilai capex itu, perseroan mengalokasikan dana investasi anorganik sebesar Rp 2,3 triliun

Di sisi lain, Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir pernah menjelaskan, di tahun 2018 lalu, pihaknya tengah menjajaki rencama mengakuisisi tiga rumah sakit dan satu perusahaan farmasi.

Bahkan berniat mendirikan pabrik obat di Arab Saudi yang diharapkan membuka peluang bisnis ke Afrika.

Baca Juga : Kimia Farma Cetak Laba Rp225,28 Miliar

Untuk pendirian pabrik tersebut, Kimia Farma akan berkolaborasi dengan Marei Bin Mahfouz (MBM) Group. Sejauh ini pembangunan pabrik ini berada dalam tahapan pre feasibility study (pre-FS).Hal ini tidak lepas dari banyaknya regulasi di Arab Saudi yang harus dipahami dan patuhi oleh Kimia Farma Menurutnya, alokasi investasi untuk pendirian dengan MBM Group belum masuk ke dalam alokasi capex tahun 2019.

Meski demikian, hal tersebut bersifat dinamis karena bisa berubah, jika ada perkembangan yang lebih baik atau lebih cepat