Kimia Farma - BPPT Teken Kerjasama DBD Diagnostik Kit

Kimia Farma - BPPT Teken Kerjasama DBD Diagnostik Kit
Kimi Farma - BPPT Teken Kerjasama DBD Diagnostik Kit/Sumber: Kimia Farma

PT Kimia Farma bersama BPPT menindaklanjuti kerja sama untuk produksi dan komersialisasi Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue yang telah diluncurkan awal tahun 2019. DBD Diagnostik Kit ini digunakan sebagai alat deteksi dini atau early detection untuk pencegahan wabah penyakit infeksi (DBD).

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan antara kedua instansi yang dihadiri Direksi Kimia Farma, Deputi Kepala BPPT Teknologi Agro Industri dan Bioteknogi, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi: Dr. Ir. Soni Solistia Wirawan, M.Eng, Kepala Pusyantek BPPT, Dr. Yenny Bachtiar, M.Agr, Plt Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika: Dr. Agung Eru Wibowo, M.Si, Apt di Jakarta, Senin 17 Juni 2019.

“DBD Diagnostik Kit ini sudah launching dari awal tahun 2019 dan kami berharap sudah final komersialisasi sebelum akhir tahun 2019 ini. Selain test kit ini, kami juga akan mengembangkan test kit lainnya yang akan memiliki banyak kegunaan untuk masyarakat luas,” ujar Soni Solistia Wirawan dalam keterangan resmi perusahaan, Rabu 19 Juni 2019.

Baca juga: Buka 10 Outlet, Kimia Farma Bidik Peningkatan Penjualan

DBD Diagnostik Kit ini digunakan sebagai alat deteksi dini atau early detection untuk pencegahan wabah penyakit infeksi (DBD). Berbasis teknik imunokromatografi dengan menggunakan antiNS1 antibodi monoklonal yang dikembangkan oleh BPPT sehingga waktu deteksi hanya membutuhkan 2-10 menit.

Sementara itu, Honesti Basyir menambahkan, kerja sama ini patut diacungi jempol dan di-improve lagi untuk meningkatkan value korporasi maupun lembaga tidak hanya di Indonesia namun juga dunia internasional.

“Kondisi industri saat ini menuntut sinergi dengan berbagai pihak. BPPT dengan produk risetnya serta Kimia Farma dengan industri hulu ke hilir akan menjadi sebuah kolaborasi yang menciptakan satu keunggulan tersendiri dalam pasar industri Indonesia,” ujar Honesti Basyir.

Lebih lanjut, dalam kesempatan yang berbeda, Kepala BPPT Hammam Riza, seperti yang dilansir dari laman resmi bumn mengatakan, DBD Kit ini akan diperkenalkan pada bulan Agustus 2019.

"Diharapkan dengan inovasi ini nantinya bisa menjadi sebuah solusi  atas maraknya kasus penyakit DBD di Indonesia ini," ungkap Hammam.

Lebih lanjut, Hammam mengakui bahwa saat ini inovasi DBD Kit telah masuk ke dalam tahap proses komersialisasi sehingga dalam waktu dekat ini produk kit DBD akan segera diluncurkan oleh BPPT.

"InsyaAllah akan kami luncurkan Agustus nanti bertepatan dengan Hari ulang tahun BPPT. Karena DBD Kit sudah tidak lagi berada dalam tahapan uji coba maka rencananya akan diproduksi secara massal," kata Hammam.

Kit DBD BPPT menggunakan anti-NS1 monoklonal antibodi yang dikembangkan berdasarkan strain virus lokal Indonesia. Komponen utama prototip kit diagnostik dengue BPPT berupa antibodi monoklonal anti-NS1 telah terbukti dalam skala laboratorium dapat mengenali virus dengue strain lokal Indonesia.

Baca juga: Kimia Farma Berinovasi Lewat Aplikasi Mediv