Kesiapan Proyek MRT Jakarta Capai 98,59 Persen

Kesiapan Proyek MRT Jakarta Capai 98,59 Persen
Kesiapan Proyek MRT Jakarta Capai 98,59 Persen/ Foto : Dok

PT MRT Jakarta memastikan akan memulai operasi komersialnya sekitar tanggal 24 hingga 31 Maret 2019. Uniknya, masyarakat dapat ikut serta dalam uji coba penuh yang dijadwalkan mulai 26 Februari 219.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar menjelaskan, Per 25 Januari 2019, perkembangan konstruksi sipil telah mencapai 98,59 persen, dengan jalur layang 98,43 persen dan jalur bawah tanah 98,74 persen.

“Saat ini, kami sedang melakukan integrated testing and commissioning dengan 8 rangkaian kereta dan selang waktu 10 menit untuk pengetesan sistem mode operasi normal, yaitu ketepatan jadwal dan operasional pintu tepi peron (platform screen door),” kata William Sabandar, dalam keterangan resminya, Rabu 30 Januari 2019.

Baca juga: Jelang Peluncuran, MRT Jakarta Gelar “Music for Charity”

William Sabandar menegaskan, pada 26 Februari 2019 mendatang, pihaknya akan mulai uji coba penuh (full trial run), sekaligus simulasi kondisi kedaruratan (emergency operation training) pada 27 Februari hingga 11 Maret 2019. Masyarakat pun dapat ikut serta dalam periode uji coba penuh ini.

“Divisi Corporate Secretary akan mengumumkan mekanisme teknisnya melalui situs web kami,” tambahnya.

Terkait perkembangan konstruksi, Direktur Konstruksi Silvia Halim menambahkan, saat ini, tim konstruksi mempercepat penyelesaikan pintu masuk (entrance) stasiun, termasuk kanopi-kanopi area entrance.

Baca juga: PT MRT Jakarta Siapkan Gerai Bagi UMKM di Stasiun

“Nantinya juga pagar-pagar yang selama ini menutup area proyek akan dibuka satu per satu agar masyarakat bisa melihat langsung area sepanjang koridor fase 1 ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Muhammad Effendi menyatakan kesiapan  operasinya telah mencapai 86,43 persen, yang terdiri dari kesiapan institusi 87,53 persen dan kesiapan sumber daya manusia 85,25 persen.

“Saat ini tim masinis, OCC, dan pemeliharaan kami sedang mengikuti uji sertifikasi dari DJKA. Kami menyiapkan 71 masinis yang terdiri dari 17 instruktur masinis dan 54 masinis muda yang usianya rata-rata 23 tahun,” lanjut Effendi.

Sedangkan dari Direktorat Pengembangan dan Dukungan Bisnis, Ghamal Peris menegaskan, Ada empat stasiun yang sudah mencantumkan nama mitra yang telah membeli hak penamaan di stasiun MRT Jakarta, yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Istora, dan Sisingamangaraja.

“Kami sedang dalam proses untuk membuat lagi hak penamaan di empat stasiun MRT Jakarta, yaitu Stasiun Senayan, Bendungan Hilir, Blok M dan Lebak Bulus. Kami juga telah mendapatkan 15 mitra retail yang telah bergabung di 10 stasiun MRT Jakarta. Saat ini sedang proses penambahan 8 mitra retail baru untuk tiga stasiun, yaitu Stasiun Haji Nawi, Blok A, dan Sisingamangaraja,” lanjut ia.

Ghamal juga menyampaikan bahwa penumpang dapat menggunakan kartu kereta yang diterbitkan oleh MRT Jakarta dan kartu yang dikeluarkan oleh bank mitra MRT Jakarta.