Kementerian BUMN Siapkan Skenario Ini untuk Penanganan Pasien COVID-19 di Wisma Atlet

Kementerian BUMN Siapkan Skenario Ini untuk Penanganan Pasien COVID-19 di Wisma Atlet
Arya Sinulingga, Stafsus Menteri BUMN (Sumber: dok. BNPB)

Kementerian BUMN menjelaskan skema penanganan pasien COVID-19 yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran. Saat ini, Kementerian BUMN bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain tengah menangani operasional Wisma Atlet sebagai Rumah Sakit (RS) Darurat Corona.

Selain menyiapkan fasilitas kesehatan di RS darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kementerian BUMN juga menyiapkan RS Pertamina Jaya sebagai rumah sakit rujukan. Menurut Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN, perawatan pasien Corona mengikuti skenario yang sudah disiapkan.

"Nanti begini metodenya, orang-orang yang dinyatakan positif tetapi masih sehat atau tidak menunjukkan gejala penyakit, maka mereka bisa isolasi di rumah," terang Arya dalam konferensi pers di Jakarta, 24 Maret 2020.

Ia menambahkan bahwa pasien yang kondisinya sudah agak parah, tetapi masih bisa dikondisikan, akan masuk ke RS Darurat Wisma Atlet. Sementara itu, pasien yang kondisinya sudah sangat parah akan dibawa ke RS Pertamina Jaya.

Menurutnya, langkah itu perlu dilakukan karena tenaga medis dan fasilitas laboratorium masih terbatas. Terlebih apabila nantinya jumlah pasien mencapai 8.000 orang, angka tertinggi yang diprediksi sejumlah penelitian.

Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa skenario tersebut sifatnya masih fleksibel atau mengikuti kondisi tempat tinggal pasien. Artinya, jika pasien tinggal di tempat yang kurang memadai untuk menjalani karantina mandiri (self-quarantine), maka ia dapat dirawat di rumah sakit meskipun tidak mengalami gejala penyakit.

Sejauh ini, beberapa tower di Wisma Atlet telah dimanfaatkan sebagai rumah sakit darurat khusus untuk pasien COVID-19. Sejak pertama melayani pasien pada Senin sore (23/3), rumah sakit itu telah menerima 102 orang hingga Selasa pagi (24/03) yang mengaku mengalami gejala COVID-19.

Baca juga: Inilah 4 Langkah Nyata Kementerian BUMN dalam Mitigasi Wabah Virus Corona