Kembangkan Proyek Tambang, J Resources Dapat US$232 Juta dari BNI

Kembangkan Proyek Tambang, J Resources Dapat US$232 Juta dari BNI
Edi Permadi selaku Direktur JRN, Jimmy Budiarto selaku Direktur Utama JRN, Benny Yoslim selaku Pemimpin Divisi Bisnis Korporasi dan Multinasional 1 dan Rommel T.P Sitompul selaku Pemimpin Unit Bisnis Sindikasi BNI. (Sumber: J Resources)

PT J Resources Nusantara (JRN), anak perusahaan  PT J Resources Asia Pasifik Tbk, menandatangani Perjanjian Pinjaman Sindikasi sebesar 231,984 juta dolar AS dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Pembiayaan ini merealisasikan program JRN untuk membangun proyek Doup sekaligus melakukan refinancing pinjaman yang dimiliki sehingga memperkuat kondisi finansialnya.

“Dengan fasilitas pinjaman ini kami bisa mengembangkan proyek Doup sehingga dapat menambah 1 aset produksi kami,” ujar Direktur JRN Edi, baru-baru ini.

Edi Permadi menuturkan, proyek Doup yang akan dikembangkan tersebut berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Proyek Doup ini dimiliki oleh salah satu anak perusahaan JRN, yaitu PT Arafura Surya Alam. 

Sementara itu, Pimpinan Unit Bisnis Sindikasi BNI Rommel TP Sitompul, mengatakan pihaknya aktif dalam pembiayaan sektor-sektor yang prospektif, termasuk pertambangan emas. Pembiayaan pada sektor pertambangan, katanya, selain bertujuan memperluas jenis portofolio pembiayaan di berbagai sektor ekonomi. Secara tidak langsung juga meningkatkan pendapatan negara, di mana hasil pertambangan menyumbangkan kontribusi pendapatan negara berupa royalti.

Baca juga: Potensi Melonjak 15%, Pertamina Siap Amankan Pasokan BBM dan LPG

Dalam Perjanjian Pembiayaan Sindikasi yang dilaksanakan di Jakarta pada 12 April 2019 ini, ditetapkan bahwa jangka waktu perjanjiannya sampai dengan 8 tahun. 

Pada tahun 2013, JRN berhasil membangun 2 pabrik pengolahan sekaligus, yaitu pabrik penglahan emas di Bakan, Sulawesi Utara, yang dioperasikan oleh PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) dan pabrik pengolahan emas di Seruyung, Kalimantan Utara. Hingga saat ini JRN memiliki 4 site operasi dengan pabrik pengolahan emas.

Adapun 2 aset yang sedang dalam tahap pengembangan, yaitu Proyek Doup dan Proyek Pani di Gorontalo, yang dimiliki oleh PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM). Sedangkan 2 aset lainnya dalam tahap eksplorasi yaitu Bolangitang dan Bulagidun yang juga dimiliki oleh GSM.

Dengan adanya fasilitas pembiayaan dari BNI, diharapkan Proyek Doup dapat diselesaikan pembangunannya dan mulai berproduksi di akhir tahun 2020 dengan kapasitas produksi sebesar 140.000oz per tahun. Jumlah cadangan (reserve) dan sumber daya (resource) dari Proyek Doup per Desember 2018 mencapai 1.917Koz dan 3.335Koz.

Baca juga: Mudik Bareng BUMN 2019, Pelindo III Berikan 17.500 Tiket Kapal Laut dan Bus Gratis