KAI Kembangkan Kreativitas Tunas Bangsa Lewat Lomba Marching Band

KAI Kembangkan Kreativitas Tunas Bangsa Lewat Lomba Marching Band
PT KAI kembali menggelar "Indonesia Marching Ensemble Competition (IMEC) Tahun 2019" di GOR Saparua, Bandung, 7 Juli 2019/Sumber: Dok KAI

Dalam rangka mengembangkan kreativitas tunas bangsa di bidang musik, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) menggelar kejuaraan marching band bertajuk Indonesia Marching Ensemble Competition (IMEC) Tahun 2019 di GOR Saparua, Kota Bandung, 7 Juli 2019.

Agenda yang dibuka oleh VP Corporate Social Responsibility KAI Agus Supriyono mewakili Direktur Utama KAI Edi Sukmoro ini merupakan ajang perlombaan skala nasional khusus untuk mempertandingkan kecakapan musik dan juga visual secara detail.

Agus mengatakan kejuaraan ini dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi anak muda dalam menyalurkan bakat dan mengembangkan kreativitas di bidang musik khususnya marching band.

Baca juga: KAI Tambah Frekuensi Perjalanan KA Ciremai

"Kejuaraan ini dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi anak muda dalam menyalurkan bakat. Hal ini merupakan salah satu bentuk tanggungjawab KAI sebagai BUMN yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat," ujar Agus dalam keterangan resmi di hari yang sama.

Menurut Agus, kejuaraan IMEC akan diselenggarakan setiap tahun. Ajang ini diharapkan dapat memberikan kesempatan baik kepada marching band maupun perorangan di seluruh Indonesia untuk berkompetisi secara nasional.

“Dengan semakin sering mengikuti kompetisi di level domestik, semoga akan ada talenta-talenta yang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah perlombaan marching band skala internasional,” tambahnya.

Adapun jenis yang dilombakan adalah individual dan sectional sebanyak 11 mata lomba yaitu Solo Marimba, Solo Color Guard, Front Ensemble, Trumpet Ensemble, Mellophone Ensemble, Snare Ensemble, Flag Competition, Weapon Competition, Baritone Ensemble, Tuba Ensemble, dan Bass Drum Ensemble.

Sedangkan jumlah kontestan yang mengikuti kompetisi ini adalah sebanyak 55 peserta dengan total 150 orang. Para peserta lomba akan memperebutkan piala bergilir Menteri BUMN, piala tetap Direktur Utama KAI, sertifikat, dan uang pembinaan senilai puluhan juta rupiah.

Sehari sebelumnya pada 6 Juli 2019, juga telah dilaksanakan coaching clinic bagi peserta lomba yang disampaikan oleh narasumber yang sudah profesional di dunia marching band. Materi yang diberikan dalam coaching clining diantaranya Brass oleh Eric Awuy dari Jakarta, dan Front Ensemble oleh Jonathan Fox dari Singapura.

Perlu diketahui pula, KAI di samping merupakan BUMN yang bergerak di bidang transportasi kereta api, juga sebagai perusahaan yang menaungi Marching Band Locomotive di bawah binaan unit Corporate Social Responsibility.

Marching Band Locomotive sendiri telah meraih banyak penghargaan, salah satunya Piala Bergilir Presiden RI yang disabet dalam kejuaraan Grand Prix Marching Band (GPMB) Tahun 2016 dan Tahun 2017. Karena memenangkan titel tersebut, Marching Band Locomotive berhak menjadi salah satu penampil di Istana Negara saat momen Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca juga: Mulai 1 Juli, KAI Pasang Tarif Baru KA Galunggung dan Pangandaran