Jika Skenario New Normal Berlaku, Karyawan Hutama Karya Wajib Ikut Rapid Tes Sebelum WFO

Jika Skenario New Normal Berlaku, Karyawan Hutama Karya Wajib Ikut Rapid Tes Sebelum WFO
Persiapan tim tanggap darurat Hutama Karya antisipasi Covid-19 (Sumber: dok. Hutama Karya)

PT Hutama Karya (Persero) telah menyiapkan antisipasi skenario New Normal terkait pemulihan aktivitas BUMN paska libur hari raya Idul Fitri nanti. Senior Executive Vice President (SEVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan mengungkapkan bahwa perseroan akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Melalui tim tanggap darurat, kami telah melengkapi protokol bekerja sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Protokol ini berlaku di seluruh unit kerja perusahaan baik di kantor pusat maupun di proyek,” Fauzan menjelaskan dalam keterangan resmi perusahaan, 22 Mei 2020.

Dalam Skenario New Normal, karyawan yang bisa masuk kerja atau Work From Office (WFO) adalah mereka yang usianya tak lebih dari 45 tahun. Selain itu, mereka juga harus dalam kondisi fit atau sehat, dilengkapi pula dengan hasil non-reaktif rapid test.

“Sebelum kembali bekerja di kantor, seluruh karyawan yang masuk kedalam kategori diizinkan WFO akan kami lakukan rapid test terlebih dahulu,” tegas Fauzan.

Apabila hasil rapid test menunjukkan non-reakif, maka karyawan diizinkan bekerja. Namun jika hasilnya adalah sebaliknya, maka karyawan tersebut akan dikarantina dan diproses untuk melakukan swab test di rumah sakit sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Untuk rapid test semuanya difasilitasi oleh perusahaan.

Sementara dari sisi operasional, Hutama Karya telah menyiapkan teknologi digital untuk efisiensi proses kerja dan meminimalkan pertemuan fisik. Perusahaan telah menggunakan aplikasi berbasis SAP dalam proses kerja.

“Sejak diterapkannya kebijakan WFH di Hutama Karya, kami dengan cepat memanfaatkan teknologi digital dalam bekerja. Saat ini kami memiliki sistem aplikasi terintgerasi berbasis SAP untuk mendukung proses kerja,” terang Fauzan.

SAP tersebut dipakai dalam berbagai aktivitas di berbagai departemen seperti Human Resource dan Supply Chain Management. Tidak hanya SAP, Hutama Karya juga menggunakan Autodesk BIM 360 di sisi engineering. Software tersebut mampu mengendalikan proyek bangunan sejak fase awal dan mengomunikasikan desain yang dimaksud secara efektif.

Meski nantinya New Normal diterapkan, Hutama Karya memastikan bahwa alur kerja tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19. Salah satunya adalah dengan penerapan physical distancing dengan pengaturan tempat duduk.

Saat ini, Hutama Karya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh pegawai. Sehingga, ketika skenario tersebut resmi berlaku, para karyawan sudah bisa mengikuti protokol yang dimaksud.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Virus Corona, Pembangunan Proyek-proyek Hutama Karya Tetap Berjalan