Jelang Pilpres, PLN Siapkan Langkah Preventif Atasi Gangguan Kelistrikan

Jelang Pilpres, PLN Siapkan Langkah Preventif Atasi Gangguan Kelistrikan
Kunjungan MESDM Ignasius Jonan ke gardu PLN di Gandul, Jaksel (Sumber: PLN)

PT PLN (Persero) melakukan sejumlah langkah preventif untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional menjelang pesta demokrasi lima tahunan. Korporasi memastikan pihaknya selalu dalam kondisi siaga hingga 24 April 2019. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan kecukupan pasokan daya dan cadangan sistem.

"Kami upayakan semaksimal mungkin persiapan dan langkah antisipatif dalam menyambut pesta demokrasi, kami juga telah menetapkan siaga Pemilu yakni tanggal 17 Maret - 24 April 2019 yang berlaku di seluruh Indonesia," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin, 12 April 2019.

Hal ini, katanya, dilakukan untuk mempermudah pemantauan kondisi sistem kelistrikan terutama di objek-objek vital pemilu, seperti KPU dan KPUD.

Baca juga: Hasil RUPST Elnusa: Ganti Dirut dan Bagikan Dividen Rp 69 M

Sementara itu Menteri ESDM Ignasius Jonan dan jajaran Direksi PLN melakukan kunjungan kerja dalam rangka memantau kesiapan pasokan listrik dan kesiagaan PLN menjelang Pemilu pada hari ini.  Dalam kunjungan tersebut diketahui beban kondisi pasokan tenaga listrik selama periode Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif (H-7 s.d. H+7) untuk Sistem Kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi pasokan listrik aman. 

Pada tanggal 17 April 2019, beban listrik diproyeksikan mengalami penurunan menjadi sebesar 15.571 MW untuk beban puncak siang hari dan sebesar 22.895 MW untuk beban puncak malam hari atau mengalami penurunan sekitar 12% - 29%.

"Intinya semuanya sudah oke tinggal lakukan final cek agar kita bisa hindari gangguan-gangguan kelistrikan selama proses pesta demokrasi ini," kata Jonan.

Baca juga: Bulog Dilirik Bernas Malaysia