Agar Mudik Nyaman, Jasa Marga Luncurkan Aplikasi Travoy

Agar Mudik Nyaman, Jasa Marga Luncurkan Aplikasi Travoy
Jasa Marga luncurkan aplikasi baru supaya mudik aman dan nyaman. (Sumber: Jasa Marga)

PT Jasa Marga (Persero) memperkenalkan aplikasi Travoy. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur untuk merencanakan mudik, sehingga orang bisa merencanakan jauh-jauh hari perjalanan mudiknya.

"Dari research yang kita lakukan bertahun-tahun ini sebetulnya pain customer saat mudik itu cuma tiga saja. Pertama, terjadi kemacetan di gerbang. Kedua, kepadatan di jalur tol dan ketiga adalah di rest area," ujar Direktur Human Capital & Transformasi Jasa Marga Alex Denni

Hal tersebut, lanjut Alex, dapat diatasi, salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi tersebut. Fitur unggulan yang hadir dalam aplikasi ini adalah mudik plan, Informasi gerbang tol serta rest area. 

Yang menarik, pengguna jalan dapat memesan makanan dan minuman di rest area dengan menggunakan fitur Eat N’ Go. Pengguna jalan juga dapat saling berinteraksi dengan memberikan update melalui live chat dan live post sekaligus mengumpulkan Travpoint yang dapat ditukar dengan hadiah menarik. Aplikasi Travoy dapat diunduh di Google Play Store dan Apple App Store.

Saat ini Jalan Tol Trans Jawa memang telah tersambung dari Merak hingga Probolinggo Timur  sepanjang 977 km. Diperkirakan antusiasme warga untuk menggunakan jalur tol tersebut selama musim mudik akan sangat tinggi.

Jasa Marga memastikan pihaknya telah mematangkan berbagai strategi dan persiapan guna mengawal pelaksanaan arus mudik dan balik. Korporasi meyakini perjalanan mudik akan makin aman dan nyaman.

Baca juga: Jasa Marga Sosialisasikan Keamanan Berkendara Saat Mudik

Perseroan memprediksi puncak arus mudik jatuh pada tanggal 31 Mei 2019 (H-5) dan puncak arus balik pada tanggal 9 Juni 2019 (H+3). Selain itu, perseroan juga memprediksi 1,3 juta kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode arus mudik yang dihitung sejak tanggal 29 Mei 2019 (H-7) hingga 4 Juni 2019 (H-1). Angka ini naik sebesar 7,58% dibandingkan tahun 2018.

Menurut Jasa Marga terdapat sekiar 1,3 juta kendaraan mudik yang meninggalkan Jakarta tersebut, Distribusi lalu lintas mudik sebesar 58,68% menuju ke arah Timur (arah Jawa Tengah) melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek, 26,68% menuju ke arah Barat (Merak) melalui Jalan Tol Jakarta-Tangerang, 14,64% menuju ke arah Selatan (Puncak) melalui Jalan Tol Jagorawi.

Ada tiga kondisi baru yang harus diantisipasi oleh Jasa Marga maupun pengguna jalan dalam pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini, yaitu tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa, penerapan rekayasa lalu lintas one way dan contraflow secara terjadwal serta relokasi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama (Km 70) dan GT Kalihurip Utama (Km 67) yang berdampak pada perubahan sistem transaksi dan penarifan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Salah satu strategi yang disiapkan oleh Jasa Marga adalah dari sisi pelayanan transaksi. Khusus untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun 2019, misalnya, Jasa Marga telah mengantisipasi kepadatan di sejumlah GT. Beberapa GT yang menjadi perhatian antara lain GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Kalikangkung, GT Banyumanik, GT Waru Gunung, dan GT Kejapanan Utama.

Selain itu, Jasa Marga juga menyediakan tambahan area rest area berupa TI Sementara di area Kantor Cabang Palikanci Km 204 Jalan Tol Palikanci. Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan, untuk mengakses TI Sementara ini, pengguna jalan keluar melalui GT Ciperna Timur Km 204 Jalan Tol Palikanci, lokasi Kantor Cabang Palikanci berjarak sekitar 400 meter dari GT. TI Sementara ini dapat digunakan pada periode arus mudik maupun arus balik.

Baca juga: Jasa Marga Hentikan Pekerjaan Proyek Tol Selama Libur Lebaran