Jasa Marga Bangun 7 Toilet di Tol Trans Jawa untuk Penyandang Disabilitas

Jasa Marga Bangun 7 Toilet di Tol Trans Jawa untuk Penyandang Disabilitas
Menhub Budi Karya Sumadi bersama Dirut Jasa Marga Desi Arryani ketika meninjau kesiapan Lebaran 2019. (Sumber: Jasa Marga)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mengoptimalkan layanan di rest area saat arus mudik dan balik Lebaran 2019. Salah satunya dengan membangun 7 toilet di 7 rest area di Jalan Tol Trans Jawa bagi penyandang disabilitas pria dan wanita. Hal ini dilakukan guna menambah kenyamanan pemudik, khususnya penyandang disabilitas, yang melewati jalan tol Trans Jawa.

Menurut Jasa Marga, pembangunan 4 dari 7 toilet bagi penyandang disabilitas tersebut telah rampung, yakni di rest area 207 A, 519 A, 597 A, dan 597 B. Sementara itu, pembangunan 3 toilet bagi penyandang disabilitas lainnya dalam proses, yakni rest area 725 A, 575 A, dan 575 B.

Pembangunan toilet tersebut, menurut perseroan, sesuai dengan UU No.8/2016 tentang Penyandang Disabilitas. UU tersebut menegaskan pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban untuk menyediakan pelayanan publik, termasuk pelayanan jasa transportasi yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas.

Selain pembangunan toilet tersebut, perusahaan juga terus meningkatkan fasilitas hingga jumlah petugas di lapangan guna memastikan kelancaran mudik dan arus balik. Berbagai fasilitas yang tersedia di Rest Area 207 A antara lain top up e-Toll, ATM mobile, BBM modular, toilet portable, posko kesehatan, pos keamanan, serta berbagai rambu penunjang lainnya. 

Baca juga: Desi Arryani, Kartini Tangguh dari Jasa Marga

Selain itu, rest area ini juga menyiapkan 38 tenant UMKM dan beberapa tenant besar lainnya. Rest area ini juga memiliki masjid dan mushola dengan daya tampung dari 180 hingga 300 jamaah, serta bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk memastikan ketersediaan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) ini. Juga penambahan petugas keamanan dan kebersihan.

Rest area yang bisa menampung 600 kendaraan kecil dan 60 kendaraan besar ini juga dilengkapi dengan 28 unit CCTV beserta penambahan 20 unit CCTV. Rest area 207 A juga dilengkapi 76 unit toilet pria beserta urinoir dan 54 toilet wanita, jelas Jasa Marga.

Menhub Tinjau Kesiapan Arus Mudik

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyoroti rencana kebijakan one way di jalan tol saat arus mudik dan balik Lebaran tahun 2019 ketika meninjau kesiapan Jasa Marga.

"Top isu sekarang adalah penerapan one way dari Cikarang Utama sampai Brebes. Oleh karenanya, saya ajak Dirjen Perhubungan Darat, Dirut Jasamarga, dan Korlantas hari ini untuk memastikan kesiapannya seperti apa,” jelas Budi. 

Menurut Budi, kebijakan sistem one way berlaku dari KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 262 Brebes Barat, mulai tanggal 30 Mei-2 Juni 2019 untuk arus mudik. Selain itu juga berlaku untuk kedua jalur baik ke arah Jawa (A) maupun ke arah Jakarta (B), hingga rest area di kiri dan kanan jalan bisa dimanfaatkan pengendara yang mengarah ke Timur. Sementara untuk kendaraan yang menuju Jakarta akan dialihkan melalui jalan arteri Pantura dan dapat masuk kembali pada GT Cikarang Barat 4 dan 5 serta Cikarang Utara.

Baca juga: Ini Dia Kebijakan Jasa Marga di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Jelang Lebaran 2019

Sedangkan arus balik akan diberlakukan pada tanggal 8-10 Juni 2019. Sistem satu arah diberlakukan ke arah Jakarta. Sistem one way saat arus balik diterapkan dari KM 189 Palimanan hingga KM 29 Jakarta-Cikampek. Kondisi lalu lintas diberlakukan kembali dua arah setelah KM 29  Jakarta-Cikampek dan untuk pemakai jalan yang akan menuju arah Jawa Tengah diarahkan melalui GT Cibitung 1, Cikarang Utara dan GT Cikarang Barat 3 menuju jalur Pantura dan dapat kembali memasuki jalan tol pada GT Plumbon 2, sedangkan yang akan menuju Bandung masuk kembali melalui GT Sadang.

Dalam kesempatan ini, Menhub juga memantau perkembangan terkini relokasi GT Cikarang Utama yang akan dialihkan ke dua titik, yaitu di GT Cikampek Utama yang berada di KM 70 dan GT Kalihurip Utama di KM 67.

Terkait hal ini, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, baik GT Cikampek Utama maupun GT Kalihurip Utama sudah bisa berfungsi untuk melayani transaksi pengguna jalan. Saat ini, pembangunan konstruksi GT Cikampek Utama telah mencapai 82,61%, sedangkan GT Kalihurip Utama 83,25%.

“Tanggal 23 Mei jam 00.00 WIB, GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama sudah bisa berfungsi melayani pengguna jalan. Saat ini, kami tinggal menyelesaikan sedikit lagi pekerjaan di gerbang-gerbang satelit,” ujarnya.

Nantinya, GT Cikampek Utama berfungsi sebagai GT bagi pengendara jalan tol Cikopo-Palimanan, sedangkan GT Kalihurip Utama dapat digunakan bagi pengendara jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Padalarang-Cileunyi. 

Baca juga: Satgas Jasa Marga Siap Kawal Operasional Arus Mudik Lebaran 2019