Jadi Syarat Wajib Naik Kereta Jarak Jauh, KAI sediakan Layanan Tes Rapid Antigen di Stasiun

Jadi Syarat Wajib Naik Kereta Jarak Jauh, KAI sediakan Layanan Tes Rapid Antigen di Stasiun
Kereta Api Indonesia

PT Kereta Api Indonesia resmi mengumumkan bahwa penumpang kereta api jarak jauh wajib membawa dokumen hasil rapid test antigen dengan hasil negatif. Persyaratan tersebut berlaku untuk perjalanan periode 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2020.

Ketentuan tersebut didasarkan pada Surat Edaran dari Satgas Penanganan Covid-19 maupun Kementerian Perhubungan.

"KAI mematuhi seluruh aturan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api," ujar EVP Corporate Secretary KAI Dadan Rudiansyah.

Adapun hasil rapid test berlaku selambat-lambatnya 3 hari sebelum hari keberangkatan. Sementara itu, untuk perjalanan KA Jarak Jauh di Pulau Sumatera, pelanggan diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test Antibodi Non Reaktif atau Tes PCR Negatif Covid-19 yang berlaku selambat-lambatnya 14 hari sebelum tanggal keberangkatan (H-14). 

KAI menyampaikan bahwa syarat-syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan KA Jarak Jauh dengan usia dibawah 12 Tahun. Selain hasil rapid, setiap pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), memakai masker dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. 

Selama dalam perjalanan, pelanggan juga diharuskan menggunakan Face Shield dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang. Nantinya, faceshield tersebut akan dibagikan secara cuma-cuma oleh KAI.

Menunjang persyaratan baru tersebut, KAI pun menyediakan layanan rapid test antigen di stasiun. Layanan dimulai dari Senin, 21 Desember 2020 dengan harga 105 ribu rupiah.

"Layanan ini tersedia melalui Sinergi BUMN dengan Rajawali Nusantara Indonesia Grup," ujar Dadan.

Pada tahap awal, layanan tersebut tersedia di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Semarang Tawang, Yogyakarta,  Surabaya Gubeng, dan Surabaya Pasar Turi.

Dikarenakan proses pelayanan Rapid Test Antigen memakan waktu lebih lama dibanding Rapid Test Antibodi, maka calon pelanggan diharapkan untuk menyiapkan waktu yang cukup untuk melakukan tes tersebut. Masyakarat yang ingin menggunakan layanan Rapid Test Antigen di Stasiun, diimbau untuk melakukannya H-1 perjalanan untuk menghindari keterlambatan jika dilakukan di hari keberangkatan.

Baca juga: Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia, Ini Cagar Budaya Milik KAI