IPA Convex ke-43, Gaungkan Optimisme Eksplorasi Migas di Indonesia

IPA Convex ke-43, Gaungkan Optimisme Eksplorasi Migas di Indonesia
Closing Ceremony IPA Convex Ke-43

IPA Convention and Exhibition atau IPA Convex kembali digelar untuk yang ke-43 kalinya di tahun 2019 ini. Bertempat di JCC Senayan, perhelatan ini mengambil tema “Driving Exploration and Optimizing Existing Production for Long Term Energy Security”.

Tepat di hari Rabu, 4 September 2019, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Ignasius Jonan, membuka IPA Convex ke-43. Mengawali acara tersebut, Ia menyatakan bahwa pemerintah mendorong investor migas untuk terus melakukan aktivitas eksplorasi secara efisien. Terlebih lagi, teknologi telah bertumbuh dengan pesat sehingga biaya eksplorasi maupun produksi dapat direduksi.

"Saya sudah sampaikan kepada SKK Migas agar fokus mencari solusi untuk mengurangi biaya (cost). Terlebih lagi, teknologi sudah berkembang harusnya berdampak pada pengurangan biaya," ungkap Jonan.

Baca juga: Menteri ESDM, Ignasius Jonan Membuka IPA Convex 2019 ke-43

IPA Convex berlangsung selama tiga hari dan menghadirkan berbagai acara seperti Plenary Session, Technology Session, Jam Session, Petro-challenge dan pameran. Panelis atau pembicara yang kompeten pun mengisi rangkaian tersebut.

Plenary Session digelar di hari pertama dan kedua. Hari pertama membahas tentang kisah sukses pemanfaatan strategi atau teknologi baru dalam aktivitas eksplorasi. Sedangkan untuk hari kedua, seminar membahas tentang kebijakan open data yang memberikan sentimen positif bagi iklim investasi bidang migas di Indonesia.

Tak berhenti sampai di sana, topik mengenai eksplorasi migas masih terus dikuliti di hari berikutnya yakni pada Special Session. Di sesi tersebut, pembahasan fokus pada pencarian cadangan minyak baru atau sumur-sumur yang belum dieksplorasi sebelumnya.

Sementara itu, Technology Session di hari pertama memberikan gambaran menyeluruh tentang inovasi-inovasi di industri migas. Di hari kedua, topik tentang sumber daya manusia tak luput didiskusikan. Selain Plenary dan Technology Session, pengunjung juga bisa mengorek informasi soal migas dari sesi-sesi lain seperti Breakfast Meeting, Booth Exhibitors, Jam Session, dan Petro-challenge.

IPA Convex ke-43 akhirnya ditutup pada Jumat sore tanggal 6 September 2019. Perhelatan tahun ini terbilang sukses. Total jumlah pengunjung mencapai 25.717 orang, yang terdiri dari pengunjung umum, pelajar/mahasiswa dan tamu undangan. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 24 ribu pengunjung.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang membuat acara ini terlaksana. Pada akhirnya saya ingin mengucapkan, sampai jumpa di IPA Convex tahun 2020,” ungkap Hanny Denalda, Chairperson of IPA Convex 2019.

Bij Agarwal, Acting President of IPA, dalam pidato penutupan memaparkan optimismenya terhadap industri migas di Indonesia.

“Saya rasa, kita bisa sepakat bahwa Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk dilirik investor. Lebih dari separuh dari cekungan migas di Indonesia belum dieksplorasi,” ungkap Bij.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan investor sangat diperlukan untuk meningkatkan eksplorasi. Hal itulah yang menjadi kunci terjaganya kebutuhan energi Indonesia di masa depan.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pun mengapresiasi perhelatan IPA Convex tahun ini. Terlebih, acara tersebut fokus pada pembahasan tentang eksplorasi, baik itu mencari cadangan baru ataupun mengoptimalkan lapangan yang sudah ada. SKK Migas sendiri menetapkan eksplorasi sebagai salah satu upaya strategis dalam meningkatkan produksi migas di Indonesia.

Target lifting minyak di Indonesia tahun ini adalah 775 ribu barel per hari. Namun SKK Migas memprediksikan capaian produksi 2019 akan terealisasi sebesar 752 ribu barel per hari.

“Di tahun depan, target kami adalah tidak ada penurunan jumlah produksi (production decline),” ungkap Dwi Soetjipto.

Selain eksplorasi, upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi migas adalah menyederhanakan prosedur perizinan eksplorasi dan pemanfaatan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Menutup sambutannya di Closing Ceremony IPA Convex 2019, Dwi Soetjipto mengatakan, “Selama masih ada hari yang baru, di sana juga ada harapan baru”.

Baca juga: Pertamina Hulu Energi Incar Potensi Migas di Perbatasan Indonesia