IPA Convex 2019, Menjawab Krisis Migas Tanah Air

IPA Convex 2019, Menjawab Krisis Migas Tanah Air
Marjolijn Wajong, Executive Director of IPA, Bij Agarwal, dan Hanny Denalda, Chairperson IPA Convex berpose pada acara Press Conference IPA Convex 20 Agustus 2019

Industri minyak dan gas (migas) tanah air sedang mengalami krisis. Industri ini adalah salah satu industri yang sangat unik, yang menunjukkan tren yang menurun belakangan ini. Konsumsi energi terus meningkat, tidak ditunjang dengan peningkatan produksi. Produksi minyak pada saat ini sekitar 750.000 barel per hari sementara konsumsi dua kali lipatnya, yakni sekitar 1,5 juta barel per hari. Setiap hari kita mengimpor minyak 700.000 barel, yang menyumbang secara signifikan kepada defisit neraca perdagangan. 

Grafik yang diambil dari Laporan Tahunan SKK Migas 2018 menunjukkan tren penurunan produksi minyak dalam 10 tahun terakhir.

Tahun lalu, Presiden Jokowi menyempatkan diri membuka konferensi dan pameran yang diselenggarakan IPA (Indonesian Petroleum Assosiation). Acara tahunan bertajuk IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-42 tahun 2018 dibuka langsung oleh Presiden Jokowi. Pesan yang disampaikan presiden Jokowi pada waktu itu sangat jelas. Bahwa presiden memberi tantangan kepada industri migas untuk meningkatkan aktivitas industri yang sedang menurun tersebut. Menjawab tantangan presiden Jokowi tersebut, IPA Convex tahun ini akan digelar dengan tema “Driving Exploration and Optimizing Existing Production for Long Term Energy Security".

Baca juga: Angkat Tema Eksplorasi dan Optimasi Tambang MIGAS, IPA Convex 2019 Akan Digelar 4-6 September

Dilihat dari tema tersebut, IPA Convex pada tahun ini akan lebih banyak membahas tema eksplorasi serta meningkatkan produksi. Indonesia dipercaya masih menyimpan sangat banyak potensi sumber cadangan minyak yang belum dieksplorasi. Baik itu dari ladang yang sudah tua (mature basin), sumur-sumur baru (frontier basin), maupun dari sumber-sumber yang tidak biasa (unconventional basin).

Data dari Pertamina menyebutkan bahwa hampir semua area yang dieksplorasi saat ini adalah sumur-sumur yang termasuk mature basin. Di tempat-tempat seperti ini pun masih terbuka peluang untuk penemuan sumber cadangan minyak baru. Seperti yang belum lama ini ditemukan oleh Repsol di daerah Sakakemang, Sumatera Selatan. Penemuan ini dikategorikan giant discovery karena dipercaya memiliki cadangan hingga 2 trilyun cubic feet (TCF). Penemuan ini sekaligus membuka mata dunia bahwa masih banyak potensi penemuan baru di Indonesia, bahkan di area-area yang termasuk area lama.

Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mengidentifikasi adanya 10 wilayah yang potensial untuk penemuan cadangan migas besar (giant discovery). 

Kesepuluh wilayah tersebut adalah:

1. Sumatera Utara (Mesozoic Play) 

2. Sumatera Tengah (Basin Center)

3. Sumatera Selatan (Fractured Basement Play)

4. Offshore Tarakan

5. NE Java-Makassar Strait

6. Kutai Offshore

7. Buton Offshore

8. Northern Papua (Plio-Pleistocene & Miocene Sandtone Play)

9. Bird Body Papua (Jurassic Sandstone Play)

10. Warim Papua

Baca juga: Tak Bisa Ubah Resources Jadi Cadangan Migas Membuat Indonesia Selalu Impor Migas

SKK Migas saat ini sedang berupaya mencari investor untuk menggarap 10 area potensial tersebut. Walaupun demikian, belum ada informasi tentang berapa potensi cadangan maupun jumlah investasi yang dibutuhkan. 

Selain investasi, tentu saja juga dibutuhkan teknologi serta gagasan-gagasan terbaru untuk memungkinkan penemuan cadangan yang berarti.

Karena itu IPA Convex 2019 akan mengusung topik-topik teknologi, termasuk teknologi Artificial Intelligence (Machine Learning), data management dan data analysis. IPA pada tahun ini juga akan mengundang pembicara dari Google selain para panelist dari perusahaan-perusahaan migas. 

Menurut Chairperson IPA Hanny Midlena IPA Convex ke-43 ini akan diikuti 119 peserta dari berbagai perusahaan migas. Jumlah pengunjung yang ditargetkan mencapai 26.000 pengunjung, termasuk para delegasi.

Yang menarik pada gelaran tahun ini akan ada sesi-sesi khusus yang ditujukan untuk generasi muda. Para anggota generasi millennial akan mendapat treatment khusus pada acara tahun ini seiring upaya untuk menarik minat generasi muda masuk ke industri migas agar semakin mendorong kemajuan dan kelangsungan industri ini.

Kita berharap dari IPA Convex 4-9 September ini akan muncul banyak gagasan baru, kerja sama baru, penemuan dan investasi baru untuk kemajuan migas tanah air.

Baca juga: Garap 8 Proyek EOR, Pertamina Optimis Tekan Laju Decline Rate Lapangan Migasnya

Simak Videonya:

Mengangkat Tema Eksplorasi dan Optimasi Tambang Migas, IPA Convex ke-43 Segera Digelar