Investasi Rp1,3 Triliun, Pelindo III Bangun Terminal Gili Mas untuk Cruise Mega-Ship

Investasi Rp1,3 Triliun, Pelindo III Bangun Terminal Gili Mas untuk Cruise Mega-Ship

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, tengah membangun Terminal Gili Mas di Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok, NTB, dengan nilai investasi Rp1,3 triliun. Terminal Gili Mas dipersiapkan untuk mengakomodir sandarnya cruise berukuran mega-ship serta dipandang sangat potensial untuk mendorong peningkatan industri pariwisata nasional.

Kemudian Corporate Secretary Pelindo III, Faruq Hidayat, mengungkapkan, tren ukuran cruise di masa depan akan semakin besar. Salah satunya untuk mengakomodir pertumbuhan pasar wisata cruise di Asia yang berkembang pesat.

Diproyeksikan pada tahun 2019 hingga 2021 akan mulai diluncurkan Global-Class ships dari galangan kapal di Jerman, yang berkapasitas sekitar 5.000 penumpang.

“Indonesia tidak ketinggalan momentum, karena Pelindo III tengah membangun Terminal Gili Mas di Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok, NTB. Dermaga yang akan dibangun sepanjang 440 meter, lebar 26 meter, dan kedalaman kolam pelabuhan yang mencapai -14 meter LWS (low water spring/rata-rata permukaan air) dengan nilai investasi mencapai Rp1,3 triliun,” papar Faruq, dalam keterangannya yang dilansir laman Perseroan, Sabtu (13/10/2018).

Sementara itu, Perseroan pun tengah mengajak operator kapal pesiar internasional, Genting Hong Kong, untuk mengembangkan rute kunjungannya ke Indonesia pada kesempatan Indonesia - Singapore Leader's Retreat dalam agenda IMF-World Bank Annual Meetings 2018 di Bali, Kamis 11 Oktober 2018.

Semula operator kapal pesiar yang banyak menggarap rute wisata Asia tersebut telah membawa kapal Genting Dream, sandar rutin di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Celukan Bawang Bali. Ke depannya, Genting Hong Kong akan melayani rute baru Singapura - Surabaya – Celukan Bawang dan Benoa di Bali.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, mengatakan bahwa Pelindo III berkomitmen mendukung target Pemerintah mencapai 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2018.

“Salah satunya dengan proaktif berpromosi ke sejumlah operator cruise, agar meningkatkan cruise call (intensitas kunjungan kapal) dan juga membuka rute baru ke pelabuhan-pelabuhan lainnya yang menjadi gerbang laut bagi berbagai destinasi wisata di sekitarnya,” ujarnya.

Doso melanjutkan, Pelindo III tengah melakukan berbagai terobosan layanan agar operator mau memastikan kunjungan hingga 6 bulan sebelum kedatangan kapal, yakni dengan memberikan prioritas sandar. Selain itu, Perseroan juga siap memberikan bantuan untuk menjamin kelancaran embarkasi dan debarkasi penumpang hingga pendampingan pengurusan perizinan ke pemerintah setempat dan instansi terkait.

Doso menjelaskan, Pelindo III akan memperbarui fasilitas sandar di terminal Pelabuhan Celukan Bawang untuk melayani cruise dengan panjang kapal (LOA/length overall) mencapai 342 meter, lebar 46,6 meter, dan kedalaman hingga 9,2 meter.

“Agar dapat bersaing dengan pelabuhan cruise lain pada industri pariwisata global, Pelindo III terus meningkatkan fasilitas pelabuhan agar dapat disandari cruise yang berkapasitas hingga lebih dari 4.000 penumpang dan kru kapal. Sehingga semakin besar cruise yang bisa sandar, maka semakin banyak turis asing yang datang. Sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan industri wisata di Bali utara,” tambah Doso Agung.