INKA Lirik Market Kereta Api di Afrika Selatan

INKA Lirik Market Kereta Api di Afrika Selatan
Delegasi PT INKA (Persero) saat menerima visitor Afrika Rail 2019, Afrika Selatan, Rabu 19 Juni 2019/Sumber: INKA

Melalui pameran dan konferensi Africa Rail 2019, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT INKA (Persero) melirik peluang ekspor kereta api ke sejumlah negara di Afrika. Langkah ini bukan yang pertama kali dilakukan perusahaan, sebelumnya perusahaan juga melakukan penetrasi ke Bangladesh, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Australia.

“Perseroan memperkenalkan beberapa produknya seperti Lokomotif Diesel Hydraulic, Light Rail Transit, Gerbong Batu Bara, hingga produk terbaru seperti Kereta Sleeper Seat generasi ke-2,” jelas Corporate Communication INKA, Hartono dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Dijelaskan juga bahwa pameran tahun ini menampilkan ratusan peserta pameran dari seluruh dunia yang membawa produk dan solusi canggih seputar energi & listrik, teknik & konsultasi, sistem manajemen perusahaan, peralatan, pemeliharaan hingga pengiriman & logistik.

"Kehadiran PT INKA untuk pertama kalinya di pameran Africa Rail diharapkan mampu membuka pintu kesempatan selanjutnya, setelah kami berhasil mengekspor kereta api ke Bangladesh, Filipina, Singapura, Australia dan Malaysia," kata Hartono.

Menurut Hartono, perusahaan berkeinginan untuk lebih memperkuat penetrasi perusahaan Indonesia di kawasan Afrika.

Baca juga: Kereta Buatan INKA Resmi Meluncur di Bangladesh

"Kehadiran PT INKA untuk pertama kalinya di pameran Africa Rail diharapkan mampu membuka pintu kesempatan selanjutnya," tambahnya.

Pada pameran yang telah memasuki tahun pelaksanaan ke-22 ini, terdapat setidaknya 130 exhibitors dan 6.000 pengunjung yang mencakup para pembuat keputusan, operator, regulator, dan pejabat pengadaan bidang perkeretaapian dari berbagai negara.

Selain INKA, perusahaan-perusahaan ternama internasional di bidang industri dan komponen perkeretaapian yang turut berpartisipasi antara lain CRRC Corporation Limited, Oracle Construction and Engineering, Voith Transnet, GE, Progress Rail, KNORR, dan Luchini.

Adapun, perusahaan operator termasuk Procurement Team yang hadir antara lain Botswana Railways, DRC, Ghana Railways, TransNamib dan Uganda Railways.

“Kehadiran PT INKA sebagai upaya penetrasi pasar Afrika yang terbuka luas memasuki the African Continental Free Trade Area (AfCFTA),” pungkasnya.

Baca juga: Lewat ICPF, INKA Ajak Mitra Binaan Tembus Pasar Ekspor