INKA, KAI dan Stadler Rail AG Teken Perjanjian Usaha Patungan

INKA, KAI dan Stadler Rail AG Teken Perjanjian Usaha Patungan
Seremonial penandatanganan perjanjian antara PT INKA (Persero), Stadler Rail AG dan PT KAI (Persero)/Sumber: INKA

PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) dan Stadler Rail AG melakukan Penandatanganan Perjanjian Usaha Patungan antara untuk pendirian Perusahaan Patungan di Indonesia, di Zurich, Swiss, 20 September 2019. Kerja sama ini sebagai tindak lanjut kesepakatan antara PT INKA (Persero) dan Stadler Rail saat kunjungannya ke Indonesia 8 Maret 2019 lalu di Banyuwangi.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro dan Chairman of the Boards of Directors Stadler Rail AG, Peter Spuhler dan disaksikan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno beserta Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechteinstein, Muliaman D. Hadad. Hal ini dijelaskan dalam keterangan resmi INKA.

Baca juga: Pemerintah Argentina Tertarik Dengan Kereta Buatan INKA

Joint Venture Company tersebut akan menjadi perusahaan investasi yang didirikan di Indonesia untuk mengoperasikan dan memproduksi pabrik rolling stock modern di Banyuwangi. Perusahaan patungan ini akan menggabungkan berbagai sumber daya STADLER dan INKA seperti teknologi, tenaga kerja, pengalaman, dan sumber daya bermanfaat lainnya.

Di samping itu, pada kesempatan yang sama pula diadakan Letter of Intent (LoI) antara PT Industri Kereta Api (Persero), Stadler Rail AG dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). LoI ini menghormati niat PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk bergabung sebagai salah satu pemegang saham dan berkontribusi dalam aspek komersial di Perusahaan Patungan.

Menteri Rini mengatakan, kerja sama ini akan membantu pemerintah dalam pengembangan sistem transportasi kereta api di tanah air. Selain itu, pembangunan pabrik kereta api ini akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.

“Investasi ini sangat mendukung program pembangunan sarana transportasi di Indonesia. Apalagi, volume penumpang kereta api terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kami berharap pembangunan pabrik kereta api ini menjadi pembuka penjualan kereta api asal Indonesia di pasar internasional,” ujar Rini, dalam keterangan resminya, Minggu (22/9/2019).

Untuk tahap pertama, total nilai investasi akan mencapai 100 juta dolar AS untuk memproduksi 125 gerbong per tahun yang akan ditingkatkan menjadi 1.000 gerbang per tahun. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menjadi pembeli utama produksi perusahaan joint venture ini.

Pabrik akan dibangun di area seluas 83 hektare di Banyuwangi yang mempunyai pelabuhan laut sejauh 3 km dari lokasi pabrik. Pembangunan pabrik diperkirakan akan selesai pada 2020. Untuk mendukung pengembangan SDM guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri ini, Stadler Rail akan mendirikan sekolah vokasi perkeretaapian di Indonesia.

“Ini adalah kesepakatan investasi Swiss yang pertama setelah penandatanganan Indonesia – EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA) pada Desember 2018. Diharapkan kerja sama ini akan mendorong investasi di sektor lainnya antara kedua Negara,” pungkasnya.

Baca juga: INKA dan Perencana Dingin Malaysia Teken Kerja Sama