Ini Dia Profil 17 Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Asabri

Ini Dia Profil 17 Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Asabri
PT Inti Agri Resources Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang penangkaran dan perdagangan ikan arowana. Sumber gambar: Shelookred.com

PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) adalah perusahaan asuransi sosial milik negara yang berdiri pada tanggal 1 Agustus 1971. PT Asabri (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dimana seluruh sahamnya dimiliki oleh negara yang diwakili oleh Menteri Negara BUMN selaku Pemegang Saham. 

Berkantor pusat di Jalan Mayjen Sutoyo Jakarta Timur, Asabri memiliki 33 kantor cabang, dan mengelola tabungan para tentara Republik Indonesia melalui produk-produk seperti Tabungan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian. 

Perusahaan milik negara ini juga berinvestasi pada sejumlah perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia. Sebanyak 14 dari 17 portofolio investasi Asabri mengalami penurunan harga saham yang signifikan pada tahun 2019. Namun dikarenakan harga saham bersifat dinamis, kita mungkin masih bisa berharap akan perbaikan kinerja pada saham-saham tersebut. 

Untuk mengenal perusahaan-perusahaan yang diinvestasikan oleh Asabri, Upperline memiliki profil lengkap perusahaan yang disajikan dalam WIKI Korporasi, lengkap dengan laporan tahunan perusahaan-perusahaan tersebut. 

1. Inti Agri Resources

PT Inti Agri Resources Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang penangkaran dan perdagangan ikan arowana. Berdiri pada tanggal 16 Maret 1999, pada tanggal 20 Oktober 2002 perusahaan yang sering dikenal dengan slogan Shelookred ini pertama kali menawarkan sahamnya di bursa saham (IPO). PT Asabri (Persero) tercatat memiliki 10,1% saham di perusahaan ini, PT Maxima Agro Industri memiliki 6,3% sementara sisanya 83,69% merupakan milik publik. 

Data dari laporan tahunan 2018 menyebutkan PT Inti Agri Resources Tbk memiliki revenue Rp17.802.375.343 dengan jumlah karyawan 133 orang. Profil selengkapnya bisa dibaca di sini. 

2. SMR Utama

PT SMR Utama Tbk adalah perusahaan Kontraktor Pertambangan yang berdiri pada tanggal 11 November 2003. Setelah penawaran saham perdana (IPO) pada tanggal 10 Oktober 2011, 41,085% saham SMR Utama dimiliki oleh publik. Sebanyak 6,614% saham dimiliki oleh PT Asabri (Persero). Kepemilikan mayoritas (52,301%) dipegang oleh PT Trada Alam Minera Tbk.

Data dari laporan tahunan 2018 menyebutkan PT SMR Utama Tbk memiliki revenue Rp850.640.883028 dengan jumlah karyawan 1.063 orang. Profil PT SMR Utama Tbk selengkapnya bisa dibaca di sini. 

3. Sidomulyo Selaras

PT Sidomulyo Selaras Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi pengangkutan dan penyimpanan bahan berbahaya dan beracun, di antaranya adalah bahan-bahan kimia, minyak dan gas untuk kebutuhan sektor-sektor industri. Perusahaan yang berkantor di Jakarta ini didirikan pada 19 Januari 1993. Melakukan IPO pada 12 Juli 2011 dengan kode saham SDMU. 

Kepemilikan saham:

• Tjoe Mien Sasminto 36,08%

• Sugiharto 12,25%

• PT Asabri (Persero) 18,06%

• Publik 33,61%

Profil selengkapnya dengan annual report terbaru dapat dibaca di sini. 

4. Hanson Internasional 

PT Hanson International Tbk didirikan pada tanggal 7 Juli 1971 dengan visi “Menjadi perusahaan pemimpin pengembangan kota modern dan berkelanjutan.” Melakukan IPO pada tanggal 31 Oktober 1990, PT Hanson kemudian dimiliki 93,37 % sahamnya oleh publik dan sisanya 6,63% dimiliki oleh taipan Benny Tjokosaputro.

Dengan kode saham MYRX, pada tahun 2018 perusahaan ini tercatat memiliki 156 orang karyawan dan menghasilkan revenue sebesar Rp1.211.102.677.631. Selengkapnya. 

5. Alfa Energi Investama

PT Alfa Energi Investama Tbk terbilang perusahaan yang masih muda. Didirikan pada tanggal 16 Februari 2015, perusahaan ini bergerak di bidang jasa manajemen dan perdagangan batu bara. Dua tahun setelah pendirian, yakni tanggal 9 Juni 2017, perusahaan melantai di bursa saham dengan kode saham FIRE. PT Asabri (Persero) tercatat memiliki 18,18% saham di perusahaan ini. Sisanya dimiliki Aris Munandar (40,95%) dan publik sebanyak 49,87%.

Data dari laporan tahunan 2018 menyebutkan jumlah karyawan pada tahun 2018 sejumlah 7 orang, dengan revenue sebesar Rp783.590.762.184. Selengkapnya. 

6. PP Properti

PT PP Properti Tbk berdiri pada tanggal 12 Desember 2013 sebagai anak perusahaan PT PP (Persero) Tbk. PT PP (Persero) Tbk memiliki mayoritas saham PP Properti (64,96%). Melantai di bursa saham dengan kode PPRO, 21,2% saham PT PP Properti Tbk dimiliki publik. PT Asabri (Persero) memilik 5,33% saham sedangkan sisanya 8,51% dimiliki oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Data dari laporan tahunan 2018 menyebutkan, jumlah karyawan PT PP Properti Tbk sebanyak 648 orang dengan revenue sebesar  Rp2.556.174.514.577. Selengkapnya tentang profil dan annual report dapat dibaca di sini. 

7. Hartadinata Abadi 

PT Hartadinata Abadi Tbk adalah perusahaan yang bergerak di Industri Manufaktur dan Perdagangan Perhiasan Emas. Didirikan pada tanggal 29 Maret 2004, perusahaan melakukan IPO pada tanggal 21 Juni 2017. 

Kepemilikan saham:

  • PT Terang Anugrah Abadi 73,01%
  • PT Asabri (Persero) 5,25%
  • Publik 21,74%

Data dari laporan tahunan 2018 menyebutkan, jumlah karyawan PT Hartadinata Abadi sebanyak 588 orang dengan revenue Rp2.745.593.297.236. Selengkapnya. 

8. Island Concept Indonesia

PT Island Concepts Indonesia Tbk didirikan pada 11 Juli 2001 di Seminyak, Bali. Perusahaan ini bergerak di bidang penyewaan dan akomodasi Villa. Pada tanggal 8 Juli 2005 melakukan penawaran saham perdana (IPO). 

Kepemilikan saham:

  • Dr. Ir. Frans Bambang Siswanto, MM. 39,77%
  • Island Regency Group Limited 5,71%
  • PT Anugerah Griya Persada 7,88%
  • PT ASABRI (Persero) 5,02%
  • PT Trust Penata Propertindo 13,16%
  • Publik 28,46%

Data dari laporan tahunan 2018 menyebutkan jumlah karyawan perusahaan dengan kode saham ICON ini adalah 526 orang dengan revenue Rp198.362.254.905. Selengkapnya. 

9. Prima Cakrawala Abadi

PT Prima Cakrawala Abadi Tbk berkantor pusat di Wonosari, Ngaliyan, Semarang, adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan distribusi hasil perikanan (rajungan) dan industri pengolahan hasil perikanan (coldstorage). Didirikan pada tanggal 29 Januari 2014, perusahaan melakukan IPO pada 29 Desember 2017. PT Asabri (Persero) memiliki 27,68% saham di perusahaan ini. Sedangkan PT Marindo Pasifik Indonesia memiliki 4,06%, PT Bahari Istana Alkausar 7,96%, dan publik 60,3%.

PT Prima Cakrawala Abadi Tbk memiliki 378 karyawan (laporan tahunan 2018) dengan total revenue Rp176.509.268.479. Selengkapnya. 

10. Bank Yudha Bhakti

PT Bank Yudha Bhakti Tbk adalah bank umum yang berdiri pada tanggal 19 September 1989. Pada tanggal 13 Januari 2015 bank ini melakukan penawaran saham perdana (IPO). 

Kepemilikan saham:

  • PT Gozco Capital 28,24%
  • PT Asabri (Persero) 21,91%
  • PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha 5,45%
  • PT Akulaku Silvrr Indonesia 13,06%
  • Publik 31,34%

Data dari laporan tahunan 2018 mencatat jumlah karyawan Bank Yudha Bhakti sebanyak 660 orang, dengan total revenue Rp299.778.072.331. Selengkapnya. 

11. Indofarma

PT Indofarma (Persero) Tbk adalah BUMN yang bergerak di industri farmasi. Didirikan pada tanggal 11 Juli 1981, perusahaan telah melakukan IPO pada 17 April 2001. 

Kepemilikan saham:

  • Negara Kesatuan Republik Indonesia 80,66%
  • Publik 19,34%

Data dari laporan tahunan 2018 menyebut, perusahaan dengan kode saham INAF ini memiliki jumlah karyawan 856 orang dengan total revenue Rp1.592.979.941.258. Selengkapnya. 

12. Kimia Farma

PT Kimia Farma (Persero) Tbk adalah BUMN yang bergerak di bidang farmasi yang didirikan pada 16 Agustus 1971. Perusahaan menawarkan saham perdana pada 4 Juli 2001 dengan kode saham KAEF. 

Kepemilikan saham:

  • Negara Kesatuan Republik Indonesia 90,025%
  • Publik 9,975%

Pada tahun 2018, jumlah karyawan Kimia Farma tercatat sejumlah 10.988 orang dengan total  revenue: Rp7.636.245.960.236. Selengkapnya. 

13. Pelat Timah Nusantara

PT Pelat Timah Nusantara Tbk atau sering disebut Latinusa berdiri pada 19 Agustus 1982. Kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan terdiri dari industri baja lembaran lapis timah (tinplate), melakukan kegiatan usaha penunjang untuk mendirikan pabrik, memproduksi bahan baku kemasan, serta memasarkan bahan baku kemasan yang dihasilkan dari produksi sendiri baik secara langsung maupun tidak langsung, baik di pasar dalam negeri maupun di luar negeri. Berkantor pusat di Jakarta, perusahaan melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada 14 Desember 2009 dengan kode saham NIKL.

Kepemilikan saham:

  • Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation 35%
  • PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 20,1%
  • Mitsui & Co Ltd 10%
  • PT ASABRI (Persero) 9,39%
  • Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation 5%
  • Metal One Corporation 5%
  • Publik 15,48%
  • Direksi 0,01%
  • Karyawan 0,02%

Data laporan keuangan 2018 menyebut jumlah karyawan sebanyak 264 orang dengan total revenue USD163.135.351. Selengkapnya. 

14. Pool Advista Finance

PT Pool Advista Finance Tbk bergerak di bidang pembiayaan konvensional, sewa operasi, kegiataan berbasis fee, dan pembiayaan syariah. Didirikan pada 21 Mei 2001, perusahaan yang berkantor di daerah Permata Hijau Jakarta Selatan ini menawarkan saham perdana (IPO) pada 16 November 2018 dengan kode saham POLA. 

Kepemilikan saham:

  • PT Pool Advista Indonesia Tbk 75,945%
  • PT ASABRI 7,65%
  • Publik 16,405%

Data dari laporan tahunan 2018 menyebut jumlah karyawan POLA sebanyak 32 orang dengan total revenue: Rp54.660.714.653. Selengkapnya. 

15. Pool Advista Indonesia

PT Pool Advista Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang Jasa, Konsultasi Manajemen dan Bisnis, Perdagangan dan Keuangan yang berdiri pada tanggal 26 Agustus 1958. Melakukan IPO pada 20 Mei 1991, dengan 100% saham dimiliki publik.

Data dari laporan tahunan 2018 mencatat jumlah karyawan perusahaan dengan kode saham POOL ini berjumlah 77 orang dengan total revenue Rp298.410.987. Selengkapnya. 

16. Trada Alam Minera

PT Trada Alam Minera Tbk didirikan pada 26 Agustus 1998 dan bergerak di bidang Jasa Pelayaran dan Penyelenggaraan Angkutan Laut, Jasa Pertambangan, Pembangunan dan Perdagangan Umum. Perusahaan ini melakukan IPO pada 10 September 2008 dengan kode saham TRAM. 

Kepemilikan saham:

  • PT Graha Resources 42,724%
  • Publik 57,276%

Jumlah Karyawan: 1.418 (2018)

Revenue: Rp3.482.706.786.000 (2018)

Profil selengkapnya bisa dibaca di sini. 

17. Eureka Prima Jakarta

PT Eureka Prima Jakarta Tbk berdiri pada tanggal 17 Mei 2004. Perusahaan yang bergerak di bidang real estate ini menawarkan saham perdana (IPO) pada 13 Juli 2007 dengan kode saham LCGP. 

Kepemilikan saham:

  • Yayasan Kesehatan Bank Mandiri 7,07%
  • DP Bukit Asam 5,55%
  • Publik 87,38%

Tercatat ada 38 karyawan di PT Eureka Prima Jakarta pada tahun 2018 dengan jumlah revenue Rp8.510.693.983. Selengkapnya.

Baca juga: Prahara Jiwasraya, Pelajaran Tentang Tata Kelola Perusahaan