Ini Dia Kebijakan Jasa Marga di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Jelang Lebaran 2019

Ini Dia Kebijakan Jasa Marga di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Jelang Lebaran 2019
PT Jasa Marga (Persero) melakukan sejumlah kebijakan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk mengantisipasi musim mudik Lebaran 2019. (Sumber: Jasa Marga)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan melakukan sejumlah kebijakan di Jalan Tol-Cikampek dalam mengantisipasi ramainya musim mudik Lebaran 2019. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan korporasi adalah merelokasi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama yang terletak di KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan untuk mengurangi kepadatan dan antrean di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Jasa Marga segera akan meniadakan GT Cikarang Utama. Sebagai gantinya, korporasi akan membangun GT Cikampek Utama di KM 70 untuk pengguna jalan tol Cikopo-Palimanan dan GT Kalihurip Utama di KM 67 untuk pengguna jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Padalarang-Cileunyi.

Jasa Marga menegaskan, relokasi tersebut dilakukan karena beberapa faktor, seperti tidak memadainya lagi kapasitas transaksi di GT Cikarang Utama akibat adanya pembangunan pier Jalan Tol Jakarta-Cikampek II di GT Cikarang Utama. Selain itu keberadaan pier Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) di sekitar GT Cikarang Utama menyebabkan terjadinya penyempitan dan antrean kendaraan.

Tak hanya itu, Jasa Marga juga melihat tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa menyebabkan arus lalu lintas saat periode mudik dan balik Lebaran 2019 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan meningkat 15% dibandingkan periode sama tahun lalu. Akibatnya kapasitas GT Cikarang Utama diperkirakan tidak akan mampu menampung volume kendaraan tersebut.

Sebagai konsekuensinya, kata Jasa Marga, relokasi GT Cikarang Utama yang merupakan GT barrier akan mengubah sistem pengumpulan tol. Misalnya perubahan sistem transaksi terbuka dengan pentarifan merata Jakarta IC-Pondok Gede Barat/Timur, Jakarta IC-Cikarang Barat. Selain itu juga sistem transaksi tertutup dengan pentarifan proporsional di Cikarang Barat–Cikampek menjadi sistem transaksi terbuka pada Jakarta IC Cikampek.

Baca juga: Desi Arryani, Kartini Tangguh dari Jasa Marga

"Adanya kebijakan tersebut akan turut mengubah Sistem Pentarifan pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan pembagian 4 wilayah pentarifan merata," papar Jasa Marga.

Golongan Kendaraan

Selain itu, dalam rangka meningkatkan daya saing nasional sektor logistik dan meningkatkan daya beli masyarakat, Jasa Marga juga melakukan penyesuaian besaran tarif tol. Korporasi melakukan penataan terhadap golongan jenis kendaraan, Dari semula 5 kelompok tarif untuk 5 golongan kendaraan menjadi 3 kelompok tarif untuk 5 golongan kendaraan. 

“Untuk akses gerbang tol di sebelah barat GT Cikarang Utama atau sebelum GT Cikarang Utama, kendaraan Golongan I tidak terdampak penyesuaian tarif tol akibat perubahan sistem transaksi,” jelas General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman, 16 Mei 2019.

Penyesuaian tarif yang dilakukan pasca perubahan sistem transaksi juga tidak berdampak signifikan di Wilayah 2 (Jakarta IC - Cikarang Barat). Bahkan  terjadi penurunan tarif signifikan untuk Angkutan Logistik di Wilayah 2 yang mencapai 2.500 rupiah untuk kendaraan Golongan III, 2.000 rupiah untuk kendaraan golongan IV dan 4.000 rupiah untuk kendaraan golongan V.

Namun demikian, penyesuaian tarif dipastikan akan berdampak pada akses gerbang tol di Wilayah 3, yaitu wilayah Cikarang Barat hingga Karawang Timur. Setelah perubahan sistem transaksi menjadi sistem transaksi terbuka, berlaku tarif merata sebesar 12.000 rupiah untuk Golongan I. Sementara itu, untuk tarif yang berlaku di Wilayah 4 masih sama dengan tarif tol jarak terjauh, yaitu tarif merata sebesar 15.000 rupiah untuk Golongan I.

 “Proporsi kendaraan setelah Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengalami perubahan sistem transaksi dan penyesuaian tarif. Sebanyak 70% kendaraan tidak terdampak dan 30% yang terdampak membayar lebih mahal maupun lebih murah,” jelas Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur. 

Jasa Marga berharap perubahan sistem ini akan menguntungkan pengguna jalan dengan jarak terjauh karena hanya melakukan transaksi satu kali, yang sebelumnya harus melakukan dua kali transaksi. 

Baca juga: Hari Pertama Beroperasi, Jalan Tol Pandaan-Malang Dilalui 27.000 Kendaraan