Indonesia Power – PT PAL Bangun Pembangkit Listrik Terapung di Indonesia Timur

Indonesia Power – PT PAL Bangun Pembangkit Listrik Terapung di Indonesia Timur
Indonesia Power - PAL Kerja Sama Bangun BMPP (Sumber: pal.co.id)

PT Indonesia Power, anak usaha PLN, bersinergi dengan PT PAL Indonesia (Persero) untuk membangun pembangkit listrik Dual Fuel Barge Mounted Power Plant (BMPP). Pembangkit listrik terapung tersebut akan dipergunakan untuk mewujudkan kemandirian pemenuhan pembangkit listrik terapung di Indonesia Timur.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan kontrak pembangunan 3 unit BMPP kapasitas 2x60 MW dan 1x30 MW pada Senin (30/09). Nilai kontrak kerja sama tersebut mencapai 2,6 triliun rupiah.

Setelah teken kontrak kerja sama, tahap selanjutnya adalah pembangunan pembangkit listrik oleh PT PAL. Sebagai BUMN yang memang bergerak di bidang industri maritim dan energi, proyek BMPP bukan baru kali ini dikerjakan. Sebelumnya, perseroan telah membangun BMPP 1x30 MW pada tahun 1997.

Pembangunan BMPP pesanan PT Indonesia Power tergolong dalam pekerjaan yang spesifik. BMPP tersebut menggunakan pembangkit listrik mobile dengan Dual Fuel Engine yang diintegrasikan dengan konstruksi barge (tongkang). Artinya, BMPP harus didesain dengan memenuhi persyaratan kekuatan struktur terhadap fatigue dan stabilitas barge, baik saat ditarik maupun ditambat.

Baca juga: PT PAL Serahkan Rumah Sakit Apung Pesanan TNI AL

PT PAL akan membangun pembangkit tersebut di workshopnya yang terletak di Surabaya. Pengerjaan ditargetkan akan selesai dalam 15 bulan.

BMPP kapasitas 60 MW memiliki panjang 72 meter, lebar 27,4 meter, tinggi 6,5 meter dan sarat setinggi 4,7 meter. BMPP ini juga ditunjang dengan 6 unit Dual Fuel Engine 20V34DF. Sementara itu, BMPP berkapasitas 30 MW memiliki panjang 54 meter, lebar 27,4 meter, tinggi 6,5 meter dan sarat setinggi 4,7 meter serta ditunjang dengan 3 unit Dual Fuel Engine 20V34DF.

Keunggulan lain dari pembangkit listrik tersebut adalah memiliki dimensi yang compact dan sarat barge rendah yang cocok untuk daerah terpencil. Selain itu, produk juga memiliki keunggulan fleksibilitas pengoperasian dengan bahan bakar yang berbeda. BMPP dapat dioperasikan dengan mode BBM maupun mode gas tanpa perlu mematikan pembangkit dan tanpa kedip.

Heat Rate dan SFC (Spesific Fuel Consumption) BMPP pun sangat efisien. Dengan begitu, pembangkit ini dapat memenuhi kebutuhan atau mengganti pembangkit terapung di beberapa wilayah Indonesia.

Dari tiga unit BMPP yang diproduksi, dua unit berkapasitas 60 MW rencananya akan ditempatkan di Kolaka Sulawesi Tenggara. Sisanya, satu unit berkapasitas 30 MW ditempatkan di Sambelia Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Kolaborasi dengan Thorcon International, PT PAL Segera realisasikan Industri Nuklir Nasional