Indonesia Jadi Negara Mitra Pameran Dagang Hannover Messe Jerman

Indonesia Jadi Negara Mitra Pameran Dagang Hannover Messe Jerman
pameran dagang jerman

Indonesia akan menempati Central Pavilion seluas 1.300 m2 dan beberapa Paviliun Satelit yang bersifat tematik dalam gelaran Hannover Messe yang berlangsung di Jerman setelah menjadi negara mitra. 

Gelaran ini bakal menghadirkan lebih dari 6.500 peserta dari pelaku industri terkemuka di seluruh dunia yang berasal dari sekitar 73 negara. Setiap tahunnya, pameran ini dikunjungi oleh lebih dari 225.000 pengunjung dari sekitar 91 negara dan menghasilkan sekitar 5,6 juta kontak bisnis.

CEO Deutsche Messe AG Jochen Köckler mengatakan, untuk menjadi negara mitra Hannover Messe kriterianya tidak hanya mampu menarik perhatian pengunjung dan media, tetapi juga memiliki peran di tingkat politik tertinggi. 

Indonesia menjadi negara mitra resmi, mengikuti jejak Meksiko, Polandia, Amerika Serikat, India dan Belanda. “Indonesia adalah negara yang menarik dari sisi manufaktur dan energi yang bisa menggunakan peluangnya sebagai negara mitra dan menampilkan diri sebagai lokasi investasi yang dapat diandalkan dan kooperatif,” ujar Köckler.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menegaskan, menjadi Negara Mitra Hannover Messe 2020, sebagai cara pemerintah Indonesia memperkenalkan roadmap Making Indonesia 4.0 ke seluruh dunia serta mendorong investasi untuk meningkatkan kemampuan manufaktur dan pengembangan infrastruktur digital. 

Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country Hannover Messe 2018 juga memperkuat national branding untuk meningkatkan investasi asing dan mendorong kerja sama di sektor industri. 

“Hannover Messe akan menjadi showcase untuk menunjukkan kekuatan industri Indonesia kepada komunitas manufaktur global,” ujar Airlangga. Saat ini, sektor manufaktur berkontribusi hampir 20 persen terhadap PDB nasional.

Status sebagai negara mitra juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Indonesia dengan Jerman. Kolaborasi antara Indonesia dan Jerman yang semakin menguat sejak pemerintahan Presiden BJ. Habibie dapat ditingkatkan ke level selanjutnya untuk peningkatan investasi dan kerja sama strategis.

Jerman dan Indonesia telah mempertahankan hubungan ekonomi selama bertahun-tahun. Nilai perdagangan total antara kedua negara mencapai lebih dari 6,2 miliar dolar AS pada tahun 2017 dan Investasi Langsung Jerman mencapai  289 juta dolar AS pada tahun yang sama. 

Saat ini, ada lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman yang beroperasi di Indonesia. Proyek investasi Jerman di Indonesia masih didominasi oleh sektor industri logam dan mesin, industri kimia dan farmasi, transportasi, penyimpanan, dan industri komunikasi.

Menteri Bidang Ekonomi dan Energi Federasi Jerman Peter Altmaier menyampaikan, perlu penguatan kerja sama internasional dalam menghadapi gelombang besar inovasi serta perubahan struktur pekerjaan sebagai dampak era Industry 4.0. “Kami melihat Indonesia adalah partner yang terpercaya untuk hal ini,” ungkapnya.